BUNGO, NUSADAILY.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, menjadi peringatan serius atas ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap sesama tidak hanya ditunjukkan melalui imbauan, tetapi juga lewat aksi nyata.
Simo Mulang Joyo Kabupaten Bungo menggelar pertunjukan kesenian tradisional Reog di Simpang Polres Bungo pada Minggu (19/10/2026) pagi, sekaligus membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kabut asap.
Muhammad Panji Satria, salah seorang koordinator pembagian masker, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian pelaku seni tradisional terhadap masyarakat Bungo yang menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
Menurut Panji, kegiatan itu dilaksanakan secara langsung oleh anggota Simo Mulang Joyo bersama para sesepuh organisasi. Di antara mereka yang terlibat ialah Mamin selaku Ketua Simo Mulang Joyo dan Sugiarto selaku bendahara.
Ia menilai, keterlibatan kelompok kesenian tradisional dalam aksi sosial semacam ini merupakan hal yang wajar. Sebab, Reog tumbuh dari akar kehidupan masyarakat, sehingga para pelakunya memiliki ikatan sosial dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan tempat mereka hidup.
“Ketika masyarakat terdampak kabut asap, kami juga merasakan keprihatinan yang sama. Reog lahir dan berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, sudah sewajarnya kami ikut hadir dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama,” Ujarnya
Melalui pertunjukan Reog dan pembagian masker, Simo Mulang Joyo menunjukkan bahwa kesenian tradisional tidak hanya hadir sebagai hiburan atau bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi medium solidaritas sosial ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Di tengah ancaman kabut asap, aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan, termasuk dari komunitas seni yang berakar kuat pada tradisi dan kebersamaan masyarakat.
Redaksi nusadaily.id/*
