Ekonomi & Bisnis

Pelita Air Gencarkan Armada dan Rute Baru, Siap Kuasai Langit Nusantara 2026

Maskapai anak Pertamina, Pelita Air, meluncurkan 15 pesawat Airbus A320neo, menambah empat rute domestik, serta perkenalkan layanan online reschedule untuk memikat penumpang pasca‑pandemi.

N

Nusa Daily

Pelita Air Gencarkan Armada dan Rute Baru, Siap Kuasai Langit Nusantara 2026

Jakarta, NusaDaily.ID — Pelita Air memperkuat posisinya di pasar penerbangan domestik Indonesia dengan serangkaian langkah strategis yang meliputi penambahan armada, pembukaan rute baru, serta inovasi layanan digital yang diharapkan meningkatkan daya saing terhadap maskapai low‑cost lainnya.

Ekspansi Armada: Airbus A320neo ke-15 Siap Terbang

Menurut data yang dilansir dari Wikipedia Bahasa Indonesia, hingga Juni 2025 Pelita Air telah mengoperasikan 14 unit Airbus A320. Pada akhir 2025, perusahaan mengumumkan penerimaan pesawat ke‑15, sebuah Airbus A320neo yang dilengkapi teknologi winglet terbaru dan mesin Pratt & Whitney PW1100G-JM. Pesawat ini dijadwalkan masuk layanan komersial pada Januari 2026, mengisi slot penerbangan yang sebelumnya dioperasikan oleh pesawat berbahan bakar konvensional.

CEO Pelita Air, Irwan Setiawan, menekankan bahwa “penambahan satu unit Airbus A320neo tidak hanya meningkatkan frekuensi penerbangan, tetapi juga menurunkan konsumsi bahan bakar rata‑rata sebesar 15 % per jam terbang, sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap energi bersih.”

“Kami menargetkan penurunan emisi CO₂ sebesar 10 % pada akhir 2026, berkat armada yang lebih efisien dan program offset karbon yang terintegrasi.” – Irwan Setiawan, CEO Pelita Air

Selain A320neo, Pelita Air juga menyiapkan dua unit Airbus A321neo yang akan masuk layanan pada kuartal ketiga 2026. Kedua pesawat ini direncanakan untuk melayani rute dengan permintaan tinggi, seperti Jakarta‑Surabaya dan Jakarta‑Denpasar.

Rute Baru: Menyasar Pasar Tengah dan Timur Indonesia

Pada 24 Februari 2025, Pelita Air meluncurkan layanan Online Reschedule, memungkinkan penumpang mengubah jadwal penerbangan melalui aplikasi mobile tanpa biaya tambahan. Fitur ini mendapat respons positif, terutama dari pelancong bisnis yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Berangkat dari keberhasilan layanan digital, pada 15 Maret 2026 Pelita Air menambah empat rute domestik baru:

  • Jakarta (CGK) – Padang (PDG)
  • Surabaya (SUB) – Manado (MDC)
  • Denpasar (DPS) – Palembang (PLM)
  • Makassar (UPG) – Banjarmasin (BDJ)

Setiap rute dijadwalkan dengan frekuensi dua kali sehari pada hari kerja, dan satu kali pada akhir pekan. Penambahan rute ini didukung oleh analisis permintaan penumpang yang dilakukan oleh tim riset Pelita Air, yang mengidentifikasi pertumbuhan ekonomi regional sebesar rata‑rata 6 % per tahun pada 2023‑2025.

Menurut data resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, total penumpang domestik pada kuartal I 2026 meningkat 8,2 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi signifikan dari penerbangan rute baru Pelita Air.

Program High Spender 2025: Memperkuat Loyalitas Penumpang Premium

Program “Pelita Air High Spender” yang diluncurkan pada Oktober 2025 masih berlanjut dengan penyesuaian benefit. Syarat utama tetap meliputi akumulasi poin minimal 25.000 poin dalam satu tahun kalender, dengan poin yang diperoleh melalui pembelian tiket, layanan bagasi tambahan, serta penggunaan kartu kredit mitra.

Benefit terbaru meliputi:

  • Akses lounge eksklusif di Bandara Soekarno‑Hatta dan Bandara Juanda.
  • Prioritas boarding dan check‑in khusus.
  • Diskon 15 % untuk layanan Online Reschedule dan pembelian makanan dalam pesawat.

Data internal menunjukkan bahwa anggota program High Spender menghasilkan pendapatan rata‑rata 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan penumpang reguler, menjadikan program ini aset strategis bagi Pelita Air.

Digitalisasi Layanan: Dari Pemesanan Hingga Penanganan Bagasi

Sejak peluncuran aplikasi mobile pada akhir 2024, Pelita Air mencatat peningkatan penggunaan aplikasi sebesar 42 % pada kuartal I 2026. Fitur-fitur terbaru meliputi:

  • “Smart Check‑in” berbasis biometrik yang memungkinkan penumpang melakukan check‑in hanya dengan sidik jari atau pemindaian wajah.
  • “Bagasi Tracker” yang memberikan informasi real‑time lokasi bagasi melalui QR code.
  • Integrasi dengan layanan transportasi online untuk penjemputan bandara.

Menurut laporan internal, rata‑rata waktu proses check‑in turun dari 12 menit menjadi 6 menit, meningkatkan kepuasan penumpang yang tercermin dalam skor Net Promoter Score (NPS) naik menjadi 68 pada Juni 2026.

Sinergi dengan Pertamina: Dukungan Bahan Bakar dan Infrastruktur

Sebagai anak perusahaan Pertamina, Pelita Air menikmati akses prioritas ke jaringan bahan bakar avtur yang tersebar di lebih dari 30 bandara domestik. Pada 2026, Pertamina menandatangani kesepakatan tambahan dengan Pelita Air untuk penyediaan avtur berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel – SAF) pada 10% total konsumsi bahan bakar maskapai, dengan target peningkatan menjadi 25% pada 2030.

Implementasi SAF dimulai di Bandara Soekarno‑Hatta pada Januari 2026, dengan volume awal 5.000 liter per bulan. Pelita Air berencana memperluas penggunaan SAF ke bandara‑bandara utama lainnya, termasuk Surabaya, Denpasar, dan Makassar, sejalan dengan regulasi Kementerian Energi yang mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Prospek 2026‑2027: Tantangan dan Peluang

Pasar penerbangan domestik Indonesia diproyeksikan tumbuh 7 % per tahun hingga 2028, dipicu oleh peningkatan daya beli masyarakat dan kebijakan pemerintah yang mempermudah pembukaan rute baru. Namun, tantangan tetap ada, terutama kompetisi ketat dari maskapai low‑cost seperti Lion Air dan Citilink, serta fluktuasi harga bahan bakar global.

Pelita Air menanggapi tantangan tersebut dengan strategi tiga pilar:

  • Diversifikasi produk: meluncurkan layanan charter khusus untuk sektor energi dan pertambangan.
  • Optimalisasi biaya operasional: melalui penggunaan SAF, perawatan prediktif armada, dan digitalisasi proses operasional.
  • Peningkatan pengalaman penumpang: memperluas jaringan lounge, menambah pilihan makanan lokal, serta meningkatkan program loyalitas.

Jika semua rencana berjalan sesuai jadwal, Pelita Air diproyeksikan mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 12 % pada tahun 2027, serta meningkatkan pangsa pasar domestik menjadi 9,5 %.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait