BUNGO, NUSADAILY.ID – Di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan di Provinsi Jambi, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029, Dr. Edi Purwanto, S.H.I., M.Si., meluangkan waktu bersilaturahmi dengan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bungo, Selasa (16/06/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bungo, Tri Wahyu Hidayat, Sekretaris Gusriyandi Rifai, dan Bendahara Ir. Rindang Siahaan, serta sejumlah pengurus partai dan para sesepuh PDI Perjuangan di Kabupaten Bungo.
Namun, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda Dewan Perwakilan Rakyat. Di ruang diskusi yang sederhana, Edi Purwanto membuka percakapan yang lebih luas mengenai arah pembangunan Jambi dan pentingnya menghadirkan pemimpin daerah yang memiliki visi, integritas, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat.
Sebagai politisi yang telah menempuh perjalanan panjang dari aktivis, legislator daerah, hingga kini berada di parlemen nasional, Edi menilai bahwa masa depan Jambi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di daerah.
“Jambi harus memiliki pemimpin-pemimpin daerah yang serius membangun daerahnya, yang memahami persoalan dan mengetahui apa yang harus dikerjakan untuk masyarakat,” ungkapnya dalam diskusi tersebut.
Mendengar Sesepuh, Menjaga Arah Perjuangan
Dalam kesempatan itu, Edi juga menekankan pentingnya menjaga tradisi menghormati dan mendengarkan para sesepuh partai. Menurutnya, pengalaman dan kebijaksanaan para senior merupakan modal sosial dan politik yang tidak dapat digantikan.
Ia bahkan mengingatkan para kader untuk tidak kehilangan budaya mendengar. “Terhadap para sesepuh partai, kita harus menjadi pendengar yang baik. Saya selalu meminta begitu. Kira-kira nasihat apa yang harus saya dengarkan,” ujar Edi Purwanto.
Pernyataan tersebut menggambarkan pandangannya bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan dan jabatan, tetapi juga tentang kesinambungan nilai, penghormatan terhadap pengalaman, dan proses belajar yang tidak pernah berhenti.
Infrastruktur sebagai Titik Awal Pertumbuhan
Ketika pembicaraan beralih pada pembangunan daerah, Edi Purwanto berbicara dengan nada yang lebih tegas. Baginya, salah satu persoalan mendasar yang masih dihadapi Jambi adalah infrastruktur, terutama konektivitas jalan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, membangun jalan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Kalau saya, yang saya mimpikan adalah bagaimana membangun jalan dan jalan itu bisa bertahan selama sepuluh tahun. Karena dari sana ada proses pertumbuhan masyarakat di daerah,” tegasnya.
Bagi Edi, setiap ruas jalan yang baik akan membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperluas layanan publik, serta menghadirkan peluang baru bagi masyarakat di daerah.
Tujuh Ukuran Keberhasilan Pembangunan
Dalam diskusi yang berlangsung hampir tanpa sekat antara pemimpin dan kader tersebut, Edi Purwanto juga mengemukakan pandangannya mengenai indikator keberhasilan pembangunan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh terjebak pada pencitraan atau proyek-proyek jangka pendek, tetapi harus mampu mengukur pembangunan secara objektif dan terarah.
Ia menyebut setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang harus menjadi perhatian seorang pemimpin, yakni:
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto;
Gross National Income (GNI) atau Pendapatan Nasional Bruto;
Human Development Index (HDI/IPM) atau Indeks Pembangunan Manusia;
Poverty Rate atau tingkat kemiskinan;
Unemployment Rate atau tingkat pengangguran;
Gini Coefficient atau tingkat ketimpangan pendapatan; dan
Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.
Bagi Edi, ketujuh indikator tersebut merupakan kompas yang dapat membantu pemerintah menentukan arah kebijakan dan memastikan bahwa pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Kepemimpinan yang Mengerti Apa yang Penting
Pertemuan di Kabupaten Bungo itu pada akhirnya meninggalkan satu pesan yang kuat: daerah tidak hanya membutuhkan pemimpin yang populer, tetapi juga pemimpin yang memahami substansi pembangunan, mampu menetapkan prioritas, dan berani memikirkan masa depan dalam jangka panjang.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Jambi, diskusi ringan namun sarat makna tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas kepemimpinan akan menentukan sejauh mana pembangunan dapat diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan sekadar membangun apa yang terlihat hari ini, melainkan menyiapkan fondasi yang akan dirasakan generasi yang akan datang.
Redaksi nusadaily.id/*
