Tehran, NusaDaily.ID — Pemerintah Iran mengumumkan penutupan seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta mulai hari ini, menjawab serangkaian serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada Senin (28 Februari 2026). Keputusan ini diumumkan melalui kantor Kementerian Pendidikan Tinggi dan Penelitian (MoHE) pada pukul 07.00 WIB setempat, dan berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Latar Belakang Serangan Udara
Ratusan pesawat tempur Israel menukik ke wilayah Iran pada sore hari Rabu (26 Februari), menargetkan instalasi militer di dekat kota Khuzestan. Amerika Serikat menyusul dengan serangan balistik yang menabrak pangkalan Angkatan Laut IRGC di Bandar Abbas. Menurut laporan detikNews, serangan tersebut menewaskan lebih dari 30 personel militer dan menyebabkan kerusakan infrastruktur penting.
Keputusan Penutupan Kampus
Menanggapi situasi, Menteri Pendidikan Tinggi, Dr. Mohammad Jafar Asadi, menyatakan bahwa keamanan mahasiswa menjadi prioritas utama. "Kami tidak dapat menjamin keselamatan mahasiswa di tengah eskalasi militer ini," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang dilansir oleh Kumparan.com. Keputusan menutup kampus meliputi semua jenjang, mulai dari program sarjana, magister, hingga doktoral.
Reaksi Mahasiswa dan Dosen
Berbagai universitas di kota besar seperti Tehran, Isfahan, Shiraz, dan Mashhad melaporkan kepanikan di antara mahasiswa. Di Universitas Tehran, sekitar 12.000 mahasiswa mengumpulkan tanda tangan menuntut penjelasan lebih lanjut mengenai durasi penutupan. Di sisi lain, sejumlah dosen senior mengusulkan pembelajaran daring sebagai alternatif, namun infrastruktur internet di beberapa provinsi masih terbatas akibat pemadaman listrik yang diakibatkan oleh serangan.
Daftar Universitas yang Tertutup
| Provinsi | Universitas Negeri | Universitas Swasta |
|---|---|---|
| Tehran | Universitas Tehran, Universitas Shahid Beheshti | Universitas Iran, Universitas Alzahra |
| Isfahan | Universitas Isfahan | Universitas Sharif Isfahan |
| Shiraz | Universitas Shiraz | Universitas Khorasani |
| Mashhad | Universitas Ferdowsi | Universitas Al-Mustafa |
Tindakan Pemerintah Selama Masa Darurat
Pemerintah menyiapkan jaringan bantuan darurat untuk mahasiswa yang berada di luar kota asal. Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan perintah agar semua transportasi umum beroperasi dengan jadwal terbatas, sementara pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meningkatkan pengamanan di pintu masuk kampus. Dilansir dari Reuters, otoritas also meminta warga untuk tidak berkumpul di tempat-tempat strategis yang berpotensi menjadi target serangan selanjutnya.
Pengaruh Penutupan Terhadap Pendidikan Nasional
Penutupan kampus diperkirakan akan menunda ribuan ujian semester dan proyek penelitian penting. Menurut data dari Badan Statistik Pendidikan Iran, lebih dari 3,2 juta mahasiswa terdaftar di universitas pada tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah berjanji akan menyusun jadwal remedial setelah situasi stabil, namun belum ada kepastian mengenai lamanya jeda akademik.
Langkah Alternatif dan Respons Internasional
Sejumlah negara sahabat, termasuk Rusia dan China, menyatakan dukungan mereka terhadap Iran. Keduta Rusia di Tehran, Alexander Kuznetsov, menegaskan bahwa komunitas internasional harus menolak agresi unilateral. Sementara itu, UN mengirimkan tim pengamat untuk menilai dampak kemanusiaan serangan tersebut. Dilansir dari detikNews, PBB menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
"Kami menolak segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan Iran. Penutupan kampus adalah langkah preventif demi melindungi generasi muda kami," kata Jenderal Hossein Salami, Kepala Korps Garda Revolusi Islam, dalam pernyataan resmi yang disiarkan di televisi nasional.
Apa Selanjutnya bagi Mahasiswa?
Mahasiswa diharapkan tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal kementerian dan media pemerintah. Beberapa organisasi mahasiswa mengusulkan pembentukan grup belajar daring berbasis WhatsApp dan Telegram, meski jaringan internet di daerah pedesaan masih terhambat. Pemerintah berjanji akan mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi dalam 48 jam ke depan.
Dengan situasi yang masih tegang, penutupan semua kampus di Iran menjadi salah satu langkah paling signifikan sejak revolusi 1979. Dampaknya tidak hanya terasa di ranah akademik, melainkan juga pada stabilitas sosial dan ekonomi negara. Pemerintah menegaskan kesiapan mereka untuk membuka kembali institusi pendidikan secepat mungkin setelah keamanan terjamin.
