Ekonomi & Bisnis

Agrinas Impor 105.000 Pickup India Senilai Rp24,66 T untuk Koperasi Desa Merah Putih

PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit pickup dan truk dari India guna modernisasi rantai pasok pertanian di Koperasi Desa Merah Putih, Garut.

N

Nusa Daily

Agrinas Impor 105.000 Pickup India Senilai Rp24,66 T untuk Koperasi Desa Merah Putih. Sumber: DetikFinance

Jakarta, NusaDaily.ID — PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengumumkan impor 105.000 unit mobil pickup 4x4 dan truk ringan dari India senilai Rp 24,66 triliun untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Impor ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam rangka mempercepat modernisasi rantai pasok pertanian nasional.

Detail Impor: Kuantitas, Nilai, dan Jenis Kendaraan

Agrinas menargetkan pengiriman 70.000 unit pickup Yodha dan 35.000 unit truk Ultra T.7 dari Tata Motors India. Kedua tipe kendaraan dipilih karena kemampuan off‑road yang tinggi serta daya angkut yang sesuai untuk medan pertanian di wilayah pegunungan Garut.

ItemJumlah UnitNilai (Triliun Rp)
Pickup Yodha (4x4)70.00016,26
Truk Ultra T.735.0008,40
Total105.00024,66

Alasan Utama Agrinas Mengimpor Kendaraan dari India

Direktur Utama Agrinas, João Mota, menyampaikan tiga pilar utama yang melandasi keputusan impor ini:

  • Efisiensi Operasional: Kendaraan 4x4 mampu menembus jalan desa yang belum terasphalt, mengurangi waktu tempuh antara petani, gudang, dan pasar.
  • Dukungan terhadap Koperasi Desa: KDKMP mengelola lebih dari 12.000 anggota petani, memerlukan armada transportasi yang dapat diandalkan untuk distribusi benih, pupuk, dan hasil panen.
  • Modernisasi Rantai Pasok: Penggunaan kendaraan bermesin modern menurunkan konsumsi bahan bakar dibandingkan truk lama, sekaligus menurunkan emisi karbon di sektor agribisnis.

Manfaat Langsung bagi Petani dan Koperasi

Setiap unit pickup diproyeksikan akan melayani rata‑rata 12 petani per hari, mengurangi biaya transportasi rata‑rata sebesar 18 persen. Koperasi Merah Putih, yang sebelumnya mengandalkan truk bekas, kini dapat mengefisiensikan logistik penyaluran pupuk organik dan hasil panen ke pasar domestik serta ekspor.

Selain itu, Agrinas berjanji menyediakan pelatihan mekanik dasar bagi anggota KDKMP. Program ini mencakup perawatan rutin, penggantian suku cadang, dan prosedur keselamatan kerja, dengan target melatih 5.000 anggota dalam 12 bulan pertama.

Reaksi Pemerintah dan Stakeholder

Kementerian Pertanian menilai langkah Agrinas sejalan dengan program “Pertanian Cerdas 2025”. Sekretaris Kementerian, Siti A. Rizki, menyatakan,

"Impor kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan akan mempercepat tercapainya target ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional."

Perwakilan Asosiasi Produsen Mobil Indonesia (APMI) mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara impor dan produksi dalam negeri. Namun, APMI menilai bahwa kerja sama Agrinas‑Tata Motors dapat menjadi contoh transfer teknologi bagi produsen lokal.

Logistik dan Jadwal Pengiriman

Pengiriman pertama dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada kuartal pertama 2026. Dari sana, kendaraan akan didistribusikan melalui jaringan logistik Agrinas ke tiga hub utama: Garut, Cirebon, dan Bandung. Proses distribusi diperkirakan memakan waktu 30 hari, termasuk proses bea cukai dan inspeksi kualitas.

Setiap kendaraan akan dilengkapi dengan sistem GPS monitoring yang terintegrasi dengan platform digital Agrinas. Data tersebut memungkinkan KDKMP memantau pemakaian armada secara real‑time, mengoptimalkan rute, dan mengurangi biaya operasional.

Proyeksi Ekonomi Jangka Panjang

Menurut analisis internal Agrinas, armada baru diprediksi meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Garut sebesar 12 persen dalam lima tahun ke depan. Peningkatan ini akan menambah nilai ekspor sayuran dan buah tropis Indonesia hingga Rp 3,5 triliun per tahun.

Selain manfaat ekonomi, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja tidak langsung di sektor suku cadang, layanan purna jual, dan pelatihan teknis. Estimasi awal menujukkan penciptaan 2.300 pekerjaan baru di Kabupaten Garut dan sekitarnya.

Langkah Selanjutnya Agrinas

Agrinas berencana memperluas skema impor ke provinsi lain yang memiliki koperasi pertanian besar, seperti Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta) dan Kabupaten Luwu (Sulawesi Selatan). Pendekatan yang sama—pengadaan kendaraan yang sesuai, pelatihan teknis, dan integrasi data digital—akan dijadikan model replicable.

Dengan menempatkan investasi sebesar Rp 24,66 triliun pada sektor transportasi agrikultur, Agrinas menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan petani Indonesia.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait