Aktivis Ancam Bawa Kasus PETI Bungo ke Mabes Polri, Polisi Dinilai Tak Tegas

Posted on

BUNGO, NUSADAILY.ID – Aktivis Garis Keras, Syaiful, mengultimatum akan melaporkan praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo, ke Mabes Polri jika aparat kepolisian daerah tak segera mengambil tindakan.

Menurutnya, keberadaan lubang jarum dan ratusan gelondongan yang beroperasi terang-terangan di wilayah tersebut sudah menjadi rahasia umum. Namun hingga kini, langkah tegas dari aparat kepolisian belum juga terlihat.

“Kalau Polda Jambi dan Polres Bungo seolah masih tutup mata, saya pastikan persoalan ini akan langsung kami bawa ke Mabes Polri. Negara tidak boleh kalah dengan tambang ilegal,” tegas Syaiful, Senin (26/8).

Ia menambahkan, aktivitas PETI di Limbur Lubuk Mengkuang bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga meruntuhkan wibawa hukum. Dugaan keterlibatan oknum perangkat desa hingga aktor lokal disebut semakin memperparah kondisi.

“Lubang jarum di Dusun Baru itu nyata-nyata ada. Gelondongan di setiap desa juga beroperasi terang-terangan. Kalau polisi tidak berani menindak, ini artinya ada sesuatu yang tidak beres,” ucapnya.

Syaiful menegaskan pihaknya tengah menyiapkan bukti lapangan untuk laporan resmi jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata.

“Jangan sampai masyarakat berpikir hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami tidak main-main. Jika dalam minggu-minggu ini tidak ada gerakan penindakan, kami akan ke Jakarta membawa semua fakta ini,” ujarnya.

Kasus PETI di Limbur Lubuk Mengkuang sendiri sudah lama menjadi sorotan. Sedikitnya terdapat tiga lubang jarum di Dusun Baru serta lebih dari dua ratus unit gelondongan yang beroperasi. Kondisi ini membuat kawasan tersebut dituding sebagai salah satu episentrum tambang ilegal terbesar di Jambi.

Jurnalis: Ang/Bintang34/*
Sumber: Dr. Nov
Disusun oleh: Redaksi / nusadaily.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *