Jakarta, NusaDaily.ID — Amad Diallo Traoré, lahir 11 Juli 2002 di Abidjan, Pantai Gading, kini menjadi bagian penting skuad Manchester United. Pemain serba bisa ini tidak hanya dikenal karena kecepatan dan kelincahan di lini serang, tetapi juga karena pola hidup yang mencerminkan disiplin dan adaptasi budaya. Berikut rangkaian fakta lengkap tentang perjalanan karier, peran di timnas, serta gaya hidup Amad yang jarang terungkap publik.
Jejak Awal: Dari Abidjan ke Italia
Amad menghabiskan masa kecilnya di Abidjan sebelum keluarganya memutuskan pindah ke Italia pada usia enam tahun. Di sana, ia bergabung dengan akademi lokal di daerah Lazio, sebelum akhirnya terpilih masuk ke akademi Juventus pada 2015. Perpindahan ini bukan hanya soal sepakbola; ia harus menyesuaikan diri dengan bahasa, makanan, dan budaya baru. Dalam sebuah wawancara dengan media Italia, Amad mengaku, "Saya belajar bahasa Italia lewat menonton film, dan makanan seperti pasta menjadi favorit saya. Itu membantu saya merasa lebih cepat nyaman di lingkungan baru."
Karier Klub: Juventus, Dijon, dan Panggung Premier League
Setelah menamatkan masa pembinaan di Juventus, Amad dipinjamkan ke Dijon pada 2021 untuk mendapatkan pengalaman bermain di Ligue 1. Penampilannya terbatas, hanya mencatat 12 penampilan, namun ia berhasil menorehkan satu gol penting melawan Olympique Lyonnais yang memperlihatkan kemampuan dribbling dan visi lapangan. Kembali ke Juventus pada 2022, Amad hanya tampil dalam 5 pertandingan kompetisi resmi, sehingga Erik ten Hag, manajer Manchester United, melihat potensi tersembunyi dan merekrutnya pada Januari 2023.
Di Old Trafford, Amad menghadapi kompetisi ketat di posisi sayap kiri. Selama dua musim pertama, ia hanya mencatat kurang dari 25 penampilan, sebagian besar sebagai pemain pengganti. Namun, pada musim 2025/2026, dengan cedera beberapa pemain senior, Amad mendapat kesempatan bermain penuh melawan Manchester City. "Dia seperti 'haha, oke'. Dalam seminggu, dia sangat tenang, benar-benar rileks dan Anda lihat bagaimana dia bermain di pertandingan berikutnya," kata Ten Hag dalam konferensi pers pasca laga.
"Kami menilai Amad bukan hanya dari statistik, tetapi dari kecerdasan taktisnya. Dia mampu membaca pergerakan lawan dan menyesuaikan posisinya dalam satu atau dua sentuhan," ujar Ten Hag.
Statistik resmi Premier League hingga November 2026 menunjukkan Amad telah mencatat 18 penampilan, 3 gol, dan 5 assist. Keberhasilan ini memicu perbincangan tentang potensi menjadi pemain terbaik turnamen liga domestik.
| Tahun | Klub | Penampilan | Gol | Assist |
|---|---|---|---|---|
| 2020‑2021 | Juventus U23 | 22 | 6 | 4 |
| 2021‑2022 | Dijon (pinjaman) | 12 | 1 | 2 |
| 2022‑2023 | Juventus | 5 | 0 | 0 |
| 2023‑2026 | Manchester United | 18 | 3 | 5 |
Peran di Tim Nasional Pantai Gading
Sejak debutnya pada 2022, Amad menjadi bagian penting skuad senior Pantai Gading. Ia berpartisipasi dalam Piala Afrika 2025, di mana timnya mencapai perempat final. Dalam turnamen tersebut, Amad mencetak dua gol dan memberikan tiga assist, termasuk gol penentu kemenangan melawan Nigeria pada fase grup.
Setelah kembali dari Piala Afrika, Amad dan rekan setimnya, Bryan Mbeumo, kembali ke Manchester United pada Januari 2026. Meski lelah setelah perjalanan internasional, mereka tetap terpilih dalam latihan intensif Ten Hag menjelang derbi melawan Manchester City.
Gaya Hidup: Dari Diet Seimbang hingga Kegiatan Sosial
Di luar lapangan, Amad menjaga pola makan yang dipengaruhi oleh latar belakang Italia dan kebiasaan tradisional Afrika Barat. Ia mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti pasta whole‑grain, nasi merah, serta protein dari ikan dan daging tanpa lemak. Pada musim panas 2025, Amad bahkan mengadakan workshop memasak bersama rekan setimnya untuk memperkenalkan masakan Ivorian, seperti attiéké dan poulet braisé.
Aktivitas fisik tambahan meliputi sesi yoga dan pilates yang ia lakukan di pusat kebugaran Old Trafford. Ten Hag menyebutkan, "Amad selalu menekankan pemulihan, dia rutin melakukan stretching dan meditasi untuk menjaga konsentrasi selama pertandingan penting."
Selain itu, Amad aktif dalam kegiatan sosial. Pada Maret 2025, ia berpartisipasi dalam kampanye “Bermain untuk Semua” yang diselenggarakan oleh UNICEF Indonesia, mengunjungi sekolah di Jakarta Selatan untuk mengajarkan dasar‑dasar sepakbola kepada anak-anak kurang mampu. Foto-foto kegiatan tersebut dipublikasikan di akun Instagram resmi Manchester United, menambah popularitasnya di kalangan penggemar Asia.
Di media sosial, Amad mengelola akun Instagram dengan lebih dari 1,2 juta pengikut. Kontennya menampilkan kombinasi highlight pertandingan, sesi latihan, serta momen kebersamaan bersama keluarga di Italia. Ia juga sering membagikan kutipan motivasi dalam bahasa Prancis dan Italia, mencerminkan identitas multikulturalnya.
Prospek 2026‑2028: Tantangan dan Harapan
Menjelang akhir 2026, Amad berada pada fase krusial dalam kariernya. Dengan persaingan di lini sayap Manchester United semakin ketat, ia harus terus meningkatkan kontribusi statistik. Namun, kemampuan beradaptasi, kerja keras, dan dukungan manajer memberikan landasan kuat untuk menembus posisi starter.
Jika konsistensi performanya terjaga, Amad berpotensi menjadi figur kunci bagi timnas Pantai Gading dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Komentar dari kapten timnas, Serge Aurier, menyebutkan, "Amad membawa energi muda dan kreativitas yang sangat dibutuhkan. Kami berharap dia tetap bersinar di level klub dan dapat mengangkat prestasi negara di panggung dunia."
Secara keseluruhan, perjalanan Amad Diallo dari Abidjan ke Old Trafford bukan sekadar kisah migrasi atlet, melainkan contoh bagaimana budaya, kerja keras, dan disiplin pribadi dapat bersinergi menghasilkan pemain kelas dunia. Penggemar Manchester United dan Pantai Gading sama-sama menantikan langkah selanjutnya dari talenta muda yang masih memiliki banyak bab untuk ditulis.
