Featured

Bertahun-tahun Tanpa Titik Terang, Rindang Siahaan dan Pimpinan Umat Kristiani Dorong Pemkab Bungo Segera Sediakan Lahan Pemakaman

Persoalan ketersediaan lahan pemakaman bagi umat Kristiani di Kabupaten Bungo kembali mengemuka. Bukan sebagai perdebatan baru, melainkan persoalan lama yang hingga kini belum menemukan penyelesaian yang jelas.

A

Angga Saputra

Bertahun-tahun Tanpa Titik Terang, Rindang Siahaan dan Pimpinan Umat Kristiani Dorong Pemkab Bungo Segera Sediakan Lahan Pemakaman
Bertahun-tahun Tanpa Titik Terang, Rindang Siahaan dan Pimpinan Umat Kristiani Dorong Pemkab Bungo Segera Sediakan Lahan Pemakaman

BUNGO, NUSADAILY.ID – Persoalan ketersediaan lahan pemakaman bagi umat Kristiani di Kabupaten Bungo kembali mengemuka. Bukan sebagai perdebatan baru, melainkan persoalan lama yang hingga kini belum menemukan penyelesaian yang jelas.

Hal itu menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam dialog santai antara Anggota DPRD Kabupaten Bungo dari Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rindang Sarmelin Siahaan, dengan sejumlah pimpinan dan pendeta umat Kristiani di Kabupaten Bungo. Pertemuan berlangsung di sebuah warung makan di kawasan Sungai Pinang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana informal tersebut membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kehidupan umat Kristiani di Kabupaten Bungo. Di antaranya menyangkut keberadaan sekolah umat Kristiani dan tenaga guru, persiapan perayaan Natal yang akan datang, serta persoalan yang dinilai paling mendesak ketersediaan lahan pemakaman umat Kristiani.

Bagi para pimpinan umat yang hadir, persoalan pemakaman bukan sekadar perkara ketersediaan sebidang tanah. Ia menyentuh sesuatu yang lebih mendasar: bagaimana sebuah daerah memastikan setiap warganya dapat menjalankan hak-hak dasar, termasuk memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Persoalan itu, menurut Rindang, telah berlangsung bertahun-tahun dan belum juga menemukan titik terang. Sementara itu, lahan pemakaman yang selama ini digunakan umat Kristiani dinilai semakin terbatas dan tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan pemakaman secara layak.

Karena itu, pembahasan tidak berhenti pada persoalan mengapa lahan baru belum tersedia. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membicarakan langkah yang dapat ditempuh bersama agar persoalan tersebut segera didorong ke Pemerintah Kabupaten Bungo.

Rindang mengatakan pemerintah daerah semestinya hadir ketika warga menghadapi persoalan mendasar yang menyangkut kepentingan publik. Menurut dia, penyediaan ruang pemakaman yang layak merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan hak warga negara terpenuhi tanpa membedakan latar belakang agama.

“Karena ini menjadi tugas negara terhadap warga negaranya, sudah seharusnya pemerintah daerah hadir dan memberikan solusi,” tegas Rindang.

Ia juga mengajak para pimpinan dan umat Kristiani untuk tidak membiarkan persoalan tersebut terus berlarut. Menurutnya, kebutuhan akan lahan pemakaman seharusnya dibicarakan dan diselesaikan sebelum persoalan berubah menjadi keadaan yang lebih sulit.

Dengan nada satire, Rindang bahkan mengingatkan pentingnya segera mencari jalan keluar.

“Jangan sampai nanti peti mayat itu ditolak oleh tanah,” ujar Rindang berseloroh.

Bagi Rindang, kalimat itu bukan sekadar gurauan. Ia ingin menegaskan bahwa persoalan pemakaman adalah kebutuhan nyata yang pada akhirnya akan dihadapi setiap keluarga. Karena itu, menurutnya, pemerintah tidak semestinya menunggu hingga persoalan tersebut menjadi krisis baru kemudian mencari solusi.

Para pimpinan umat Kristiani bersama Rindang dalam waktu dekat berencana mendorong kembali persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bungo. Harapannya, pembahasan yang selama ini berjalan dapat berujung pada langkah konkret, tersedianya lahan pemakaman baru yang layak dan dapat digunakan umat Kristiani di Kabupaten Bungo.

Sebab, pada akhirnya, persoalan pemakaman bukan hanya tentang di mana seseorang dikebumikan. Ia juga tentang bagaimana sebuah pemerintah memperlakukan warganya, bahkan pada saat kehidupan mereka telah berakhir.

Redaksi nusadaily.id

 

Bagikan Artikel

Artikel Terkait