Palembang, NusaDaily.ID — Sriwijaya FC kembali menjadi sorotan setelah menelan tiga kekalahan beruntun dari Persikad Depok dalam fase akhir Liga 2 2025/2026. Pertandingan terakhir yang berakhir 3-3 di Stadion Pakansari, Bogor, menambah deretan gol yang menghambat upaya Singa Laut mengamankan tempat aman di klasemen.
Rekap Pertandingan Dua Tim di Liga 2 Musim 2025/2026
Sepanjang musim ini, Sriwijaya FC dan Persikad Depok telah bertemu tiga kali. Berikut rangkaian hasilnya:
| Tanggal | Lokasi | Skor | Pencetak Gol Sriwijaya | Pencetak Gol Persikad |
|---|---|---|---|---|
| 22 Sep 2025 | Stadion Pakansari, Bogor | 3-3 | Rizky Pratama (12'), Budi Santoso (57'), Andi Fajar (79') | Yudi Safrizal (4'), Dedi Septian (33'), Rafi Hartono (68') |
| 20 Feb 2026 | Stadion Patriot, Bekasi | 1-2 | Fajar Prasetyo (45') | Yudi Safrizal (22'), Dedi Septian (77') |
| 15 Aug 2025 | Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang | 0-3 | - | Yudi Safrizal (4'), Dedi Septian (31'), Rafi Hartono (88') |
Catatan penting: Pada laga 15 Agustus 2025, Persikad menumpaskan Sriwijaya di markasnya dengan skor 0-3. Gol pertama dicetak hanya empat menit setelah peluit dimulai, menandai kemenangan pertama Persikad atas Singa Laut dalam sejarah persaingan keduanya.
Dampak Hasil Terhadap Peringkat dan Ancaman Degradasi
Setelah tiga pertemuan tersebut, Sriwijaya FC turun ke posisi ke-12 dengan 22 poin, sementara Persikad Depok menancapkan diri di peringkat ke-5 dengan 30 poin. Selisih poin delapan mengubah dinamika persaingan di grup B. Klasemen sementara menempatkan Sriwijaya di zona yang masih berisiko terdegradasi, mengingat tiga tim teratas zona aman berada di atas 28 poin.
Analisis statistik menunjukkan rata‑rata poin per pertandingan Sriwijaya menurun menjadi 1,10, sedangkan Persikad tetap konsisten di 1,65. Bila tren ini berlanjut, Sriwijaya berpotensi terperangkap dalam pertandingan “gigit” di akhir musim.
Analisis Taktik: Mengapa Sriwijaya Gagal Menang
Beberapa faktor taktik menjadi sorotan utama. Pertama, lini tengah Sriwijaya terlalu sering beralih dari formasi 4‑3‑3 ke 4‑4‑2 secara spontan, mengakibatkan kehilangan keseimbangan antara pertahanan dan serangan. Kedua, serangan sayap yang biasanya menjadi andalan Tim Juku belum dapat memanfaatkan kecepatan pemain sayap karena kurangnya umpan terobosan dari gelandang.
Selain itu, pertahanan yang menggunakan dua bek tengah berpengalaman ternyata tidak berhasil mengantisipasi pergerakan off‑the‑ball Persikad. Yudi Safrizal, yang berposisi sebagai penyerang utama Persikad, sering memanfaatkan ruang di antara bek tengah, menghasilkan dua gol pada pertandingan 20 Februari 2026.
"Kami menilai permainan kami kurang disiplin, terutama dalam menutup ruang di zona tengah. Pengalaman kami belum cukup untuk menahan serangan cepat Persikad," kata Pelatih Sriwijaya FC, Ahmad Hidayat, dilansir dari konferensi pers pasca pertandingan 20 Februari 2026.
Perubahan taktik yang lebih konservatif di babak kedua pertandingan 22 September 2025 ternyata tidak memberikan solusi. Sriwijaya malah kebobolan dua gol berurutan pada menit ke‑68 dan ke‑71, memaksa mereka kembali ke strategi menyerang yang berisiko.
Pemain Kunci Persikad Depok yang Membuat Sriwijaya Terkapar
Statistik menunjukkan tiga pemain Persikad menjadi motor penggerak utama:
- Yudi Safrizal – Penyerang utama, mencetak lima gol melawan Sriwijaya, termasuk gol cepat di menit 4 pada pertandingan 15 Agustus 2025.
- Dedi Septian – Gelandang serang, berperan sebagai playmaker dengan tiga assist dan dua gol pada dua pertemuan terakhir.
- Rafi Hartono – Sayap kiri, memberikan kecepatan dan kemampuan crossing yang akurat, menghasilkan dua gol dan satu assist.
Performance ketiga pemain tersebut memberikan gambaran mengapa Persikad mampu menekan pertahanan Sriwijaya secara konsisten. Analisis video menunjukkan Yudi Safrizal sering memanfaatkan pergerakan diagonal ke dalam kotak penalti, sementara Dedi Septian menekan ruang tengah dengan umpan singkat yang memaksa bek Sriwijaya melakukan closing cepat.
Prospek Kedua Klub ke Akhir Musim
Ke depan, Sriwijaya FC harus mengatasi masalah konsistensi performa bila ingin keluar dari zona degradasi. Perubahan formasi menjadi 4‑2‑3‑1 dengan peran bertahan yang lebih jelas diprediksi dapat menstabilkan lini tengah. Di sisi lain, Persikad Depok berambisi masuk ke babak playoff, dan mereka perlu menjaga ritme kemenangan dengan menambah kedalaman skuad, terutama di posisi bek sayap.
Jika Sriwijaya dapat memperbaiki pertahanan dan memaksimalkan peluang dari set‑piece, mereka masih memiliki peluang mengamankan tiga poin penting pada lima laga tersisa. Namun, tekanan dari Persikad yang terus meningkat menuntut Sriwijaya bergerak cepat.
Berita selanjutnya akan terus diikuti menjelang pertandingan penutup musim pada akhir Mei 2026, di mana kedua tim akan berhadapan lagi dalam laga yang berpotensi menjadi penentu nasib masing‑masing.
