Mexico City, NusaDaily.ID — Pada Minggu (22/02/2026) pasukan keamanan Meksiko menembak mati Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, lebih dikenal sebagai “El Mencho”, dalam sebuah operasi yang berlangsung di wilayah selatan ibu kota. El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), selama hampir satu dekade menjadi target utama Interpol, DEA, dan otoritas Meksiko dengan hadiah US$15 juta untuk penangkapannya.
Operasi Militer yang Mengakhiri Karier El Mencho
Menurut laporan resmi yang dilansir dari Reuters, tim gabungan Pasukan Laut Meksiko (Marina) dan Angkatan Darat menurunkan drone pengintai pada pukul 04.30 waktu setempat untuk melacak kendaraan yang diduga membawa El Mencho. Pada pukul 05.12, pasukan menembus sebuah gedung apartemen di kolom jalan Calzada de los Héroes, wilayah Álvaro Obregón. Saat El Mencho keluar dari unit mobil, ia ditembak oleh penembak jitu militer. Laporan medis menyatakan luka tembak di dada dan lengan kiri yang fatal.
Setelah ditembak, El Mencho dievakuasi ke rumah sakit militer di Hospital General de México dengan bantuan helikopter medis. Namun, tim dokter menyatakan bahwa kondisi korban tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 07.45.
"Operasi ini merupakan hasil koordinasi yang intens antara intelijen militer, polisi federal, dan agen-agen Amerika Serikat," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Meksiko dalam konferensi pers.
Profil Singkat Nemesio Oseguera Cervantes
El Mencho lahir pada 17 Juli 1966 di Estado de Michoacán, tepatnya di kota Paracho. Sebelum terjun ke dunia narkoba, ia pernah menjadi anggota kepolisian lokal pada akhir 1980‑an, yang kemudian memudahkan ia membangun jaringan informan di kalangan aparat. Pada awal 2000-an, Oseguera bergabung dengan Cartel del Pacífico sebelum memisahkan diri dan mendirikan CJNG pada 2010.
| Data | Informasi |
|---|---|
| Nama lengkap | Nemesio Rubén Oseguera Cervantes |
| Alias | El Mencho |
| Tanggal lahir | 17 Juli 1966 |
| Asal | Paracho, Michoacán |
| Posisi | Pemimpin CJNG |
| Hadiah penangkapan | US$15 juta (Mexico) + US$5 juta (USA) |
CJNG, di bawah komando El Mencho, berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh di Amerika Latin, dengan perkiraan 5.000 anggota yang tersebar di lebih dari 15 negara, termasuk Kanada, Kolombia, dan Belanda. Kartel ini dikenal karena taktik militeristik, penggunaan senjata berat, dan keterlibatan dalam perdagangan kokain, metamfetamin, serta fentanyl ke pasar Amerika Serikat.
Dampak Pembunuhan Terhadap CJNG dan Keamanan Meksiko
Kematian El Mencho menimbulkan spekulasi tentang kepemimpinan baru dalam CJNG. Secara internal, kartel diperkirakan akan mengangkat Ismael “El Mayo” Zambada (bukan yang sama dengan kartel Sinaloa) atau Ovidio Guzmán López sebagai “pengganti”. Namun, sumber intelijen dari Pusat Keamanan Nasional (CENAPRED) menyebutkan bahwa struktur organisasi CJNG bersifat vertikal namun fleksibel, sehingga kematian satu pemimpin tidak serta merta menurunkan operasionalnya.
Di sisi lain, otoritas Meksiko mengantisipasi kemungkinan gelombang balas dendam. Pada 24 Februari 2026, tiga hari setelah operasi, terjadi baku tembak di municipio de Zapotlanejo, Jalisco, yang menewaskan enam anggota militer dan dua warga sipil. Kekerasan serupa juga dilaporkan di San Juan de los Lagos dan Guadalajara, menandakan bahwa CJNG masih memiliki kapasitas untuk merespons secara cepat.
Menurut analis keamanan dari International Crisis Group, pembunuhan El Mencho dapat mempercepat fragmentasi kartel menjadi faksi-faksi bersaing, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat kekerasan di wilayah-wilayah perbatasan. “Kita mungkin melihat munculnya ‘mini‑kartel’ yang bersaing untuk mengisi kekosongan kepemimpinan,” ujar Dr. Carlos Hernández dalam laporannya.
Reaksi Nasional dan Internasional
Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, dalam sebuah pernyataan resmi menegaskan bahwa operasi ini adalah “bukti komitmen pemerintah dalam memberantas kejahatan terorganisir”. Ia menambahkan, “Kita tidak akan berhenti hingga semua jaringan kriminal terungkap.”
Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menyatakan dukungan penuh terhadap operasi Meksiko. “Kematian El Mencho merupakan langkah penting dalam memutus alur narkotika yang mengalir ke Amerika Serikat,” kata Jaksa Agung Merrick Garland dalam konferensi pers di Washington.
Organisasi hak asasi manusia, Human Rights Watch, mengkritik penggunaan kekuatan mematikan tanpa proses peradilan. “Meskipun El Mencho adalah penjahat, negara harus tetap menghormati prinsip due process,” ujar perwakilan HRW, Maria Torres.
Data Kronologis dan Statistik Operasi
Berikut rangkaian waktu yang dirangkum dari laporan resmi militer:
- 04:30 – Drone pengintai mengidentifikasi kendaraan mencurigakan di Calzada de los Héroes.
- 04:55 – Tim taktis militer dikerahkan, terdiri dari 12 personel khusus.
- 05:12 – Penembakan pertama terjadi, El Mencho terluka di dada.
- 05:20 – Tim medik militer mengamankan lokasi, mengamankan senjata otomatis dan 3 kilogram fentanyl.
- 05:45 – Evakuasi ke Hospital General de México dengan helikopter medis.
- 07:45 – Penyataan resmi kematian El Mencho oleh Kementerian Pertahanan.
Statistik tambahan yang dirilis oleh Secretaría de Seguridad Pública menunjukkan penangkapan 27 anggota CJNG dalam minggu pertama pasca operasi, serta penyitaan aset senilai lebih dari US$ 12 juta, termasuk properti di Guadalajara dan Monterrey.
Langkah Selanjutnya Pemerintah Meksiko
Pemerintah menegaskan bahwa operasi ini hanyalah bagian dari “Strategi Nasional Penanggulangan Kartel” yang mencakup peningkatan intelijen, kerja sama lintas negara, dan reformasi sistem peradilan. Menteri Keamanan Publik, Olga Sánchez Cordero, menyebutkan bahwa “Kami akan memperkuat kehadiran militer di wilayah Jalisco, Nayarit, dan Zacatecas, serta memperluas program rehabilitasi bagi pecandu narkoba.”
Di tingkat internasional, Interpol membuka kembali pencarian untuk anggota CJNG yang masih buron, dengan daftar “Most Wanted” yang kini mencakup 12 nama. Hadiah total untuk penangkapan anggota senior CJNG meningkat menjadi US$ 85 juta.
Dengan berakhirnya era El Mencho, mata dunia kini tertuju pada bagaimana Meksiko mengelola kekosongan kepemimpinan dalam kartel terbesarnya dan apakah langkah militer ini dapat menurunkan aliran narkotika ke pasar global.
