Jakarta, NusaDaily.ID — Harga emas Antam (ANTM) pada Sabtu, 28 Februari 2026, menguat sebesar Rp40.000 per gram, mencatat level Rp3.085.000 per gram. Kenaikan ini terpantau di berbagai outlet, mulai butik logam mulia LM Graha Dipta di Pulo Gadung, Jakarta, hingga jaringan Pegadaian di seluruh Indonesia. Kenaikan harga emas berpengaruh langsung pada keputusan investasi, pembelian perhiasan, dan kebijakan moneter pemerintah.
Data Harga Aktual dari Sumber Resmi
Berbagai platform melaporkan angka yang hampir seragam. Logam Mulia (logammulia.com) mencatat harga jual 1 gram emas Antam pada pukul 08.27 WIB di LM Graha Dipta sebesar Rp3.085.000, naik Rp40.000 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, Pegadaian melaporkan harga jual 1 gram sebesar Rp3.320.000, dengan harga beli kembali (buyback) sebesar Rp2.824.000 per gram.
| Produk | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| Emas Antam 1 gram (Logam Mulia) | 3.085.000 | — |
| Emas Antam 1 gram (Pegadaian) | 3.320.000 | 2.824.000 |
| Emas Antam 0,5 gram (Pegadaian) | 1.696.000 | — |
| Emas Antam 2 gram (Pegadaian) | 6.500.000 | — |
| Emas Antam 5 gram (Pegadaian) | 16.168.000 | — |
Faktor-faktor yang Mendorong Kenaikan Harga
Beberapa elemen eksternal dan internal berkontribusi pada pergerakan harga emas hari ini:
- Pergerakan Harga Emas Dunia: Harga spot emas di pasar internasional pada akhir pekan lalu menguat sekitar 0,6 % menjadi US$1.950 per troy ounce, dipicu oleh ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan penurunan nilai dolar AS.
- Sentimen Inflasi di Indonesia: Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi tahun 2026 akan mencapai 4,3 %, sedikit di atas target 4 %. Kenaikan harga komoditas, termasuk makanan dan energi, mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.
- Kebijakan Fiskal Pemerintah: Pemerintah mengumumkan penyesuaian tarif bea masuk logam mulia impor menjadi 7 % mulai 1 Maret 2026. Kenaikan biaya impor biasanya diteruskan ke harga jual dalam negeri.
- Permintaan Musiman: Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, permintaan emas perhiasan tradisional di Indonesia biasanya meningkat 15‑20 % dibandingkan bulan-bulan biasa.
Reaksi Pasar dan Dampak pada Investor
Berita kenaikan harga emas Antam langsung memicu pergerakan di bursa logam mulia. Indeks Harga Emas (IHE) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 0,8 % pada sesi perdagangan pagi. Analis dari Mandiri Sekuritas menilai bahwa kenaikan ini memberi peluang jangka pendek bagi trader yang mengandalkan volatilitas, namun memperingatkan risiko overbought bila tren terus berlanjut.
"Kenaikan Rp40.000 per gram masih dalam batas wajar mengingat tekanan global dan domestik. Investor ritel sebaiknya mengamankan posisi dengan membeli emas batangan 10 gram atau lebih untuk mengurangi biaya transaksi," ujar Budi Santoso, analis senior Mandiri Sekuritas.
Di sisi lain, pedagang perhiasan di pasar tradisional Jakarta (misalnya Pasar Tanah Abang) melaporkan bahwa konsumen menanyakan harga terbaru sebelum memutuskan pembelian. Salah satu pedagang, Ibu Siti (Tanah Abang), menyatakan: "Kalau harga naik lagi, orang akan menunda pembelian sampai harga stabil. Ini mengganggu cash flow kami."
Strategi Beli dan Jual di Tengah Fluktuasi
Berbagai lembaga keuangan memberikan rekomendasi berbeda:
- Bank BNI menyarankan pembelian emas batangan 10 gram atau lebih untuk mendapatkan diskon pembelian kembali (buyback) hingga 3 % dibandingkan harga pasar.
- Bank BRI menyoroti produk tabungan emas, di mana nasabah dapat menabung Rp500.000 per bulan dan menukarkan dengan emas fisik pada akhir tahun dengan harga rata-rata tahunan.
- Pegadaian menawarkan program tukar tambah (swap) bagi nasabah yang ingin menukar emas lama dengan emas Antam baru, dengan premium buyback sebesar Rp200.000 per gram.
Investor institusional, termasuk dana pensiun, cenderung menambah alokasi emas dalam portofolio mereka. PT Taspen mengumumkan penambahan alokasi 2 % ke emas batangan Antam pada kuartal pertama 2026.
Perbandingan Harga Antam dengan Emas Internasional
Jika dikonversi ke dolar AS, harga emas Antam pada 28 Februari 2026 setara dengan US$1.585 per gram (kurs Rp3.085.000 per gram ÷ Rp1.950 per USD). Harga ini masih di bawah rata-rata global yang berada di kisaran US$1.950‑2.000 per gram, menandakan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang relatif terjangkau bagi pembeli domestik.
Prediksi Harga di Kuartal Berikutnya
Berbagai proyeksi menunjukkan tren kenaikan moderat. Bloomberg memperkirakan harga emas dunia akan berakhir 2026 di kisaran US$2.050 per troy ounce, dengan faktor risiko utama berupa kebijakan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan geopolitik di Asia.
Jika asumsi tersebut terpenuhi, harga emas Antam dapat mencapai Rp3.250.000‑Rp3.300.000 per gram pada akhir Juni 2026.
Kesimpulan Praktis untuk Pembaca
Berita kenaikan harga emas Antam hari ini menegaskan kembali peran logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Bagi konsumen yang berencana membeli perhiasan, disarankan untuk mengecek harga buyback terlebih dahulu agar mendapatkan nilai jual kembali yang optimal. Investor yang menargetkan profit jangka pendek dapat memanfaatkan volatilitas harga, namun tetap harus memperhatikan faktor risiko eksternal seperti perubahan nilai tukar dan kebijakan fiskal.
Dengan data harga yang transparan dan sumber resmi, para pelaku pasar dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi. Pantau terus update harga emas di situs resmi PT Antam, Logam Mulia, maupun jaringan Pegadaian untuk menghindari kejutan harga di masa mendatang.
