Jakarta, NusaDaily.ID — Infinix Note 60 Pro resmi hadir di pasar Indonesia dengan rentang harga mulai Rp4.999.000 hingga Rp5.999.999, menandai langkah signifikan merek dalam persaingan kelas menengah‑atas. Dirilis bersamaan dengan varian Note 60 standar, perangkat ini mengusung layar AMOLED 144 Hz, chipset Snapdragon 7s Gen 4, serta baterai berkapasitas 6.150 mAh. Inilah rangkaian lengkap harga, spesifikasi, dan strategi penjualan yang perlu diketahui konsumen pada awal 2026.
Rangka Harga Resmi dan Varian yang Ditawarkan
Infinix menyiapkan dua varian utama untuk Note 60 Pro, masing‑masing berbeda pada kapasitas RAM dan penyimpanan internal. Harga yang dipublikasikan oleh distributor resmi serta toko-toko e‑commerce terkemuka dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
| Varian | RAM | ROM | Harga (Rupiah) |
|---|---|---|---|
| Note 60 Pro 8GB/256GB | 8 GB | 256 GB | Rp5.499.000 |
| Note 60 Pro 12GB/256GB | 12 GB | 256 GB | Rp5.999.000 |
Selain harga resmi, beberapa gerai memberikan penawaran khusus “harga spesial perdana” yang menurunkan harga Note 60 Pro 8GB/256GB menjadi Rp4.099.000 untuk pembelian dalam minggu pertama peluncuran. Penawaran ini terbatas pada outlet yang berpartisipasi, seperti Plaza IT Medan, Plaza IT Banda Aceh, dan beberapa marketplace lokal.
Spesifikasi Teknis yang Membuat Catatan
Berbeda dengan varian Note 60 standar, Note 60 Pro menonjolkan komponen premium yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat kelas flagship. Berikut rangkuman spesifikasi kunci:
- Layar: 6,78 inci AMOLED 1,5K (1080 × 2400 px), refresh rate 144 Hz, proteksi Corning Gorilla Glass 7.
- Prosesor: Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4, octa‑core (Kryo 7 cores), fabrikasi 6 nm.
- GPU: Adreno 730.
- RAM/ROM: 8 GB atau 12 GB RAM, 256 GB UFS 3.1 internal, dapat diperluas dengan microSDXC hingga 2 TB.
- Kamera belakang: Triple‑camera 108 MP (wide) + 8 MP (ultrawide) + 2 MP (macro), video 4K @ 30 fps.
- Kamera depan: 32 MP, selfie dengan HDR.
- Baterai: 6.150 mAh, dukungan fast charging 67 W, serta teknologi pengisian adaptif.
- Sistem operasi: Android 16 dengan antarmuka XOS 16.
- Konektivitas: 5G Sub‑6 GHz, Wi‑Fi 6E, Bluetooth 5.3, NFC, port USB‑C 3.2.
Spesifikasi tersebut menempatkan Note 60 Pro di atas banyak pesaing yang berada di segmen harga serupa, khususnya dalam hal layar AMOLED berkecepatan tinggi dan chipset kelas menengah‑atas yang dioptimalkan untuk gaming serta multitasking.
Strategi Penjualan dan Ketersediaan di Pasar Indonesia
Infinix menargetkan distribusi nasional melalui jaringan resmi, termasuk gerai big‑box, mini‑store, serta platform e‑commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada. Pada minggu pertama peluncuran, produk tersedia di 12 kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar. Untuk wilayah Jawa Barat, gerai resmi di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bekasi juga sudah menyiapkan stok.
Selain penjualan tunai, Infinix menawarkan paket cicilan 0% hingga 12 bulan melalui kerjasama dengan bank mitra, serta program trade‑in dengan diskon tambahan bagi pengguna yang menukar smartphone lama (maksimum nilai Rp1.500.000). Penawaran ini diharapkan menambah daya tarik bagi segmen konsumen menengah‑ke atas yang sensitif terhadap harga.
Reaksi Pasar dan Perbandingan dengan Infinix Note 60 Ultra
Sejak pengumuman harga, forum teknologi seperti Kaskus, Reddit Indonesia, dan grup WhatsApp gadget mengalami lonjakan diskusi. Kebanyakan netizen memuji nilai “price‑to‑performance” Note 60 Pro, namun ada juga yang menyoroti kesenjangan harga dengan varian Ultra yang baru saja terungkap di kisaran Rp13 jutaan.
Beberapa analis menilai bahwa Infinix berupaya mengisi celah antara smartphone kelas menengah‑bawah (seperti Redmi Note 13) dan kelas menengah‑atas (seperti Realme GT 3). Menurut riset pasar IDC, segmen smartphone berharga Rp4‑6 jutaan di Indonesia diproyeksikan tumbuh 12% YoY pada tahun 2026, memberikan peluang bagi Note 60 Pro untuk meraih pangsa pasar yang signifikan.
“Dengan layar 144 Hz dan chipset Snapdragon 7s Gen 4, Infinix Note 60 Pro menawarkan pengalaman yang hampir setara dengan flagship pada rentang harga yang jauh lebih terjangkau,” ujar Budi Santoso, analis senior di GfK Indonesia.
Namun, tantangan tetap ada. Kompetitor utama seperti Samsung (Galaxy A74 5G) dan Xiaomi (Redmi Note 13 Pro) juga mengusung layar AMOLED 120 Hz dan chipset MediaTek Dimensity 8200‑Lite, dengan harga mulai Rp4.7 jutaan. Keberhasilan Infinix akan bergantung pada seberapa cepat jaringan distribusi dapat menjangkau daerah-daerah tier‑2 dan tier‑3, serta efektivitas promosi digital.
Garansi, Layanan Purna Jual, dan Dukungan Software
Setiap unit Note 60 Pro dilengkapi garansi resmi 12 bulan untuk perangkat keras, serta 6 bulan untuk layanan purna jual di pusat layanan resmi Infinix. Perusahaan juga menjanjikan tiga tahun pembaruan keamanan Android serta dua tahun pembaruan sistem operasi utama, meskipun catatan historis XOS memperlihatkan pembaruan yang lebih lambat dibanding Android One.
Pengguna dapat mengakses layanan “Infinix Care” melalui aplikasi resmi, yang menyediakan panduan troubleshooting, chat support 24/7, serta layanan perbaikan on‑site di kota-kota besar. Pada fase peluncuran, Infinix berjanji menambah 15 pusat layanan tambahan di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Kesimpulan Harga dan Nilai Jual
Dengan harga yang berada di bawah Rp6 juta, Infinix Note 60 Pro menampilkan spesifikasi yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat premium. Layar AMOLED 144 Hz, chipset Snapdragon 7s Gen 4, serta baterai 6.150 mAh menjadi nilai jual utama. Bagi konsumen yang mengutamakan performa gaming, fotografi, dan konektivitas 5G, Note 60 Pro menjadi pilihan menarik di tengah persaingan ketat segmen menengah‑atas.
Keberhasilan penjualan akan sangat dipengaruhi oleh strategi distribusi, penawaran cicilan, serta respons pasar terhadap varian Ultra yang diposisikan di kisaran Rp13 jutaan. Jika Infinix mampu menjaga ketersediaan stok dan memberikan layanan purna jual yang memadai, Note 60 Pro berpotensi merebut pangsa pasar signifikan pada kuartal pertama 2026.
