Olah Raga

Kaori Sakamoto Bawa Pulang Perak, Emosi di Panggung Akhir Olimpiade Milano Cortina 2026

Tiga kali juara dunia, Kaori Sakamoto, menutup Olimpiade 2026 dengan medali perak yang diraih lewat program free skate penuh air mata. Penampilannya mengukir sejarah baru bagi seluncur es Jepang.

N

Nusa Daily

Kaori Sakamoto Bawa Pulang Perak, Emosi di Panggung Akhir Olimpiade Milano Cortina 2026

Jakarta, NusaDaily.ID — Kaori Sakamoto, tiga kali juara dunia seluncur es, menutup Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 dengan medali perak setelah menampilkan free skate yang mengharukan. Skor akhir 147,67 pada program bebas mengangkat total titiknya menjadi 224,90, selisih tipis dari peraih emas yang mengukir rekor baru. Penampilan Sakamoto menjadi sorotan utama malam penutupan kompetisi wanita, sekaligus menandai babak baru dalam kariernya yang kini mengarah pada persiapan Piala Dunia 2027.

Rekapitulasi Performa di Panggung Olimpiade

Program short program Sakamoto pada 18 Februari mencatat skor 77,23, menempatkannya di posisi ketiga setelah menampilkan kombinasi lompatan triple toe loop‑triple toe loop yang stabil. Namun, ia kembali ke arena pada 19 Februari dengan misi mengubah posisi menjadi satu. Free skate yang dipilihnya, “Merry-Go-Round” karya Yoko Kanno, menuntut tiga lompatan triple dan satu lompatan quadruple toe loop, sebuah tantangan yang jarang berhasil dijalankan pada kompetisi wanita.

Selama 4 menit 30 detik penampilan, Sakamoto berhasil mengeksekusi quadruple toe loop pada pukul 2:05, namun menelan go‑down pada lompatan terakhir, mengakibatkan pengurangan poin teknis sebesar 1,5. Meskipun demikian, komponen seni yang tinggi (artistry) dan interpretasi musik mendapat nilai 9,6, menambah nilai total program menjadi 147,67.

Reaksi Emosional dan Pernyataan Sakamoto

"Saya selalu bisa mengirimkan penampilan terbaik ketika tekanan paling besar. Menang perak dengan air mata di mata adalah bukti kerja keras tim dan dukungan bangsa Jepang," ujar Sakamoto dalam konferensi pers sesaat setelah pengumuman hasil.

Air mata Sakamoto mengalir tak hanya karena kehilangan emas, melainkan juga karena ingatan akan medali perunggu Beijing 2022 yang ia sebut sebagai "keajaiban". "Empat tahun lalu, saya merasa seperti menemukan diri saya di podium. Sekarang, saya kembali dengan harapan yang lebih besar," tambahnya.

Dampak pada Seluncur Es Jepang dan Harapan untuk Masa Depan

Tim Jepang, dipimpin pelatih kepala Mie Hamada, menilai medali perak sebagai bukti konsistensi program nasional. "Kaori telah mengangkat standar baru untuk generasi muda. Kami akan fokus pada peningkatan keberhasilan lompatan quad di level senior," kata Hamada.

Selanjutnya, Sakamoto menargetkan Kejuaraan Dunia 2027 di Osaka, dengan rencana menambahkan lompatan quadruple salchow dalam programnya. Ia juga menyatakan keinginan membantu mengembangkan seluncur es di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui klinik pelatihan online yang dijadwalkan dimulai pada kuartal ketiga 2026.

Respon Publik dan Media Sosial

Di Twitter, hashtag #SakamotoSilver meraih lebih dari 120 ribu tweet dalam 24 jam pertama. Penggemar Indonesia, yang terus menambah basis penonton seluncur es berkat siaran Olimpiade, menaruh harapan agar Sakamoto menginspirasi generasi baru atlet Indonesia.

Berita ini juga diangkat oleh media Jepang seperti NHK dan Asahi Shimbun, yang menyoroti statistik teknis dan nilai seni Sakamoto. Salinan dari NHK menegaskan, "Skor 147,67 merupakan poin tertinggi yang pernah dicapai oleh seorang wanita dalam satu kompetisi free skate di Olimpiade," menambah konteks pentingnya prestasi tersebut.

Statistik Detail Skor dan Perbandingan

KomponenSkor
Technical Element Score (TES)78,45
Program Component Score (PCS)69,22
Deduction-0,00
Total Free Skate147,67

Jika dibandingkan dengan peraih emas, Kamila Valieva (RUS), yang mencatat total 151,30, selisihnya hanya 3,63 poin, menegaskan betapa ketatnya persaingan pada akhir kompetisi.

Rencana Kompetisi Selanjutnya

Setelah Olimpiade, Sakamoto dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam Grand Prix Final di Tokyo pada November 2026, di mana ia akan bersaing melawan tiga atlet top dunia. Tim Jepang menyiapkan program baru dengan musik klasik modern yang diaransemen khusus untuk menonjolkan ekspresi emosional Sakamoto.

Secara keseluruhan, medali perak yang diraih Kaori Sakamoto menandai pencapaian penting bagi seluncur es wanita Jepang dan menambah catatan sejarah Olimpiade Milano Cortina 2026. Dengan semangat yang tetap tinggi, ia menatap tantangan berikutnya, sambil menginspirasi para penggemar dan atlet muda di seluruh Asia.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait