Politik

Kedutaan Rusia di Tehran Dibombardir: Serangan Udara, Reaksi Kremlin, dan Ketegangan Regional

Serangan udara pada 2 Maret 2026 mengguncang Kedutaan Rusia di Tehran, memicu pernyataan keras Kremlin dan menambah ketegangan antara Iran, AS, dan Israel.

N

Nusa Daily

Kedutaan Rusia di Tehran Dibombardir: Serangan Udara, Reaksi Kremlin, dan Ketegangan Regional. Gambar: CNBC
Kedutaan Rusia di Tehran Dibombardir: Serangan Udara, Reaksi Kremlin, dan Ketegangan Regional. Gambar: CNBC

Tehran, NusaDaily.ID — Pada Senin, 2 Maret 2026, kawasan sekitar Kedutaan Besar Rusia di Tehran diserang oleh serangan udara yang menimbulkan korban jiwa tergeletak di jalanan. Video rekaman yang beredar menunjukkan puing‑puing dan mayat bergelimpangan di sekitar gedung kedutaan yang berlokasi di Jalan Sa'adat Abad, Distrik 7, ibu kota Iran.

Rincian Serangan dan Dampak Awal

Menurut laporan saksi mata yang diwawancarai di lokasi, pesawat tak dikenal meluncurkan beberapa bom pada pukul 09.30 waktu setempat. Ledakan pertama menghantam area parkir kedutaan, mengakibatkan kerusakan struktural pada fasad utama. Sebuah mobil diplomatik pecah menjadi serpihan, sementara sejumlah warga sipil yang berada di trotoar terjepit puing. Hingga kini, pihak berwenang belum mengeluarkan angka pasti korban jiwa maupun kerusakan material.

Petugas keamanan Iran menutup akses jalan Sa'adat Abad dan mengerahkan tim pemadam kebakaran serta unit medis. “Kami sedang mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat, termasuk Rumah Sakit Imam Khomeini,” ujar Kapten Ahmad Rezaei, komandan unit respons darurat.

Pernyataan Kremlin: Kekecewaan Mendalam

Juru bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov, mengeluarkan komentar resmi dalam konferensi pers di Moskow pada Selasa, 3 Maret 2026. Ia menyatakan “kekecewaan mendalam” atas tindakan Washington dan Tehran yang, menurutnya, “justru memperburuk situasi menjadi agresi terbuka”. Peskov menegaskan bahwa Rusia tetap menjaga kontak intens dengan pejabat tinggi Iran serta negara‑negara Teluk yang terdampak konflik.

“Rusia menolak segala bentuk eskalasi. Kami terus berkomunikasi dengan Tehran dan para pemimpin di kawasan Teluk untuk mencari solusi diplomatik,” kata Peskov.

Dia menambahkan bahwa Rusia siap memberikan bantuan teknis kepada pertahanan udara Iran, meski belum ada konfirmasi permintaan resmi dari Tehran.

Analisis Keamanan: Dominasi Udara AS‑Israel dan Kelemahan Sistem Pertahanan Iran

Sejumlah analis militer menilai serangan ini sebagai bagian dari kampanye udara yang lebih luas yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel. Laporan EtIndonesia mencatat bahwa sejak akhir Februari 2026, setidaknya 24 provinsi di Iran telah menjadi target serangan udara. Sistem pertahanan udara Iran, yang selama ini didukung oleh teknologi Rusia dan Tiongkok, dianggap tidak mampu menahan serangan intensif tersebut.

“Kita melihat kegagalan radar S‑300 yang dipasok Rusia, serta kegagalan sistem pertahanan berbasis THAAD buatan China,” ujar Dr. Farhad Zare, pakar pertahanan di Universitas Shahid Beheshti. “Kekurangan logistik dan pemeliharaan menjadi faktor utama.”

Serangan Lain di Wilayah: Kedutaan AS, Pangkalan Militer Kuwait, dan Media Iran

Di samping serangan terhadap Kedutaan Rusia, video yang dilaporkan oleh BBC News Indonesia menampilkan asap tebal di sekitar gedung penyiaran Republik Islam Iran (IRIB) pada Minggu, 1 Maret 2026. Serangan tersebut diyakini merupakan bagian dari serangan balasan Israel‑AS yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Selain itu, platform YouTube menyiarkan rekaman serangan yang menimpa Kedutaan Amerika Serikat di Kuwait dan pangkalan militer di negara tersebut, menimbulkan ledakan dahsyat. Video tersebut mendapatkan lebih dari 160 ribu tampilan dalam dua hari.

Putin kemudian mengumumkan tawaran mediasi antara Iran dan negara‑negara Teluk pada Selasa, 3 Maret 2026. Dalam sebuah panggilan telepon, ia menegaskan keinginan Moskow menjadi “penyeimbang yang rasional” untuk mencegah konflik meluas.

“Kami mengajak semua pihak untuk duduk di meja perundingan. Diplomasi harus menjadi prioritas utama,” kata Presiden Vladimir Putin dalam wawancara dengan kanal Rusia RT.

Reaksi Masyarakat Iran dan Dampak Kemanusiaan

Warga sipil di Tehran melaporkan kepanikan yang meluas. “Saya sedang menunggu di jalan ketika ledakan terjadi. Anak‑anak saya berlari ke rumah secepatnya,” kata Fatemeh Hosseini, seorang ibu rumah tangga di distrik Valiasr. BBC News Indonesia menambahkan bahwa banyak warga menganggap “korban pertama adalah anak‑anak” karena serangan terjadi pada jam sekolah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan tim bantuan medis ke Tehran pada Rabu, 4 Maret 2026, untuk membantu rumah sakit yang kewalahan menangani korban luka bakar dan trauma.

Timeline Serangan dan Respons Internasional

Tanggal Lokasi Jenis Serangan Respons
28/02/2026 Berbagai wilayah Iran Serangan udara AS‑Israel Penolakan resmi Iran, panggilan darurat PBB
01/03/2026 Gedung IRIB, Tehran Serangan udara BBC melaporkan, WHO mengirim tim medis
02/03/2026 Kedutaan Rusia, Jalan Sa'adat Abad, Tehran Bom udara Pernyataan Peskov, penutupan akses jalan
02/03/2026 Kedutaan AS & pangkalan militer, Kuwait Ledakan dahsyat Video viral, laporan TribunX
03/03/2026 Moskow, Rusia Pernyataan diplomatik & tawaran mediasi Putin mengajak Iran dan Teluk berdialog

Prospek Keamanan di Timur Tengah

Para pengamat menilai bahwa situasi di kawasan akan tetap tegang selama Amerika Serikat dan Israel melanjutkan operasi udara di Iran. Rusia, yang masih memiliki perjanjian militer dengan Moskow‑Tehran, diperkirakan akan meningkatkan kehadiran diplomatik dan teknis, meski belum ada indikasi pengiriman sistem pertahanan tambahan.

China, sebagai mitra strategis kedua Iran, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan ini. Namun, Beijing kemungkinan akan menunggu hasil mediasi Moskow sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Dengan lebih dari 24 provinsi yang terkena serangan, potensi eskalasi ke konflik terbuka di Laut Hormuz atau ke wilayah Lebanon selatan menjadi perhatian utama komunitas internasional. PBB dan ASEAN telah menyerukan gencatan senjata segera, tetapi hingga kini belum ada kesepakatan yang konkret.

Berita akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan terbaru di lapangan.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait