Kemendagri Desak Distribusi Beras SPHP Ditingkatkan hingga ke Desa

Posted on

JAKARTA, NUSADAILY.ID – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, mendesak agar penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diperluas hingga ke tingkat desa. Pasalnya, distribusi saat ini masih rendah, hanya sekitar 4.000 ton per hari, jauh di bawah target 7.000 ton per hari, Selasa (26/08/2025)

Tomsi mengakui angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan pekan lalu yang baru mencapai 1.200 ton per hari. Meski demikian, ia menilai percepatan penyaluran tetap harus dilakukan agar beras SPHP benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

Senada dengan itu, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa beras SPHP masih belum tersedia secara merata di pasar tradisional, ritel modern, kios pangan, maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Rini Andrida, melaporkan bahwa realisasi penyaluran beras SPHP hingga kini baru mencapai 70.519 ton atau sekitar 5,35 persen dari target penyaluran periode Juli–Desember 2025 sebesar 1,31 juta ton.

Bulog mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 3,91 juta ton per 24 Agustus 2025, ditambah stok komersial sebanyak 8.950 ton. Dengan demikian, total stok beras Bulog saat ini mencapai 3,92 juta ton.

Pemerintah berharap percepatan distribusi beras SPHP mampu menstabilkan harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Jurnalis: Prasetiyo/Bintang34/*
Di susun oleh: Redaksi / nusadaily.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *