KPU Bungo Catat Sejarah: Gelar Sekolah Pemilu Pertama di Provinsi Jambi

Posted on

Iron kemudian menyinggung pentingnya penyempurnaan praktik demokrasi di Indonesia. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang sudah menjalani demokrasi lebih dari 400 tahun namun tetap menghadapi persoalan kepemiluan.

BUNGO, NUSADAILY.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo mencatat sejarah baru dengan menggelar Sekolah Pemilu pertama di tingkat KPU se-Provinsi Jambi, Jumat (29/8/2025). Kegiatan perdana ini dipusatkan di kantor KPU Bungo.

Peresmian sekaligus pembukaan Sekolah Pemilu tersebut dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Jambi, Iron Sahroni, didampingi jajaran komisioner dan staf KPU Bungo. Hadir pula 10 peserta didik Sekolah Pemilu yang berasal dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bungo.

Ketua KPU Bungo, Armidis, menjelaskan bahwa program ini awalnya diminati oleh 38 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi, jumlahnya mengerucut menjadi 18 orang, dan akhirnya hanya 10 peserta yang memenuhi persyaratan.

“Dari 18 orang, hanya 10 orang yang melengkapi syarat penulisan artikel terkait isu kepemiluan. Karena itu, mereka yang berhak mengikuti Sekolah Pemilu angkatan pertama ini,” jelas Armidis.

Armidis juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya kepada Ketua KPU Provinsi Jambi yang hadir secara langsung dalam peresmian.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Jambi, Iron Sahroni, memberikan apresiasi tinggi atas gagasan dan inovasi KPU Bungo. Menurutnya, program Sekolah Pemilu ini adalah terobosan penting, bahkan akan diberi penghargaan khusus karena menjadi yang pertama di Provinsi Jambi.

“Sekolah kepemiluan seperti ini sangat penting bagi masyarakat. Harapan saya, lulusan Sekolah Pemilu dapat ikut mencerdaskan komunitas di lingkungan masing-masing, termasuk menjadi mitra KPU dalam memperkuat demokrasi,” tegas Iron.

Ia juga menambahkan bahwa program serupa umumnya hanya diselenggarakan oleh KPU RI atau KPU di Pulau Jawa. Kehadiran Sekolah Pemilu di Bungo, katanya, menunjukkan langkah maju yang patut diapresiasi.

Iron kemudian menyinggung pentingnya penyempurnaan praktik demokrasi di Indonesia. Ia mencontohkan Amerika Serikat yang sudah menjalani demokrasi lebih dari 400 tahun namun tetap menghadapi persoalan kepemiluan.

“Indonesia baru berusia 80 tahun dalam berdemokrasi, jadi wajar bila kita terus belajar. Program seperti ini adalah bagian dari proses belajar yang sehat,” ujarnya.

Lebih jauh, Iron menilai Kabupaten Bungo layak disebut sebagai salah satu kiblat demokrasi di wilayah barat Provinsi Jambi. Ia mengingatkan kembali bahwa Bungo pernah mencatat sejarah dengan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Ini menunjukkan bahwa demokrasi di Bungo sangat dinamis,” tutupnya.

Jurnalis: ASAD/Bintang34
Diolah oleh: Redaksi Nusadaily.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *