Sekolah Pemilu menjadi sarana strategis untuk meningkatkan literasi pemilih, terutama dalam menyongsong agenda demokrasi yang lebih partisipatif dan berkualitas
BUNGO, NUSADAILY.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo mencatat sejarah baru dengan menginisiasi “Sekolah Pemilu” pertama di Provinsi Jambi. Program ini diawali dengan rapat persiapan yang digelar di Aula KPU Bungo, Rabu (13/8/2025), sebagai langkah strategis meningkatkan literasi politik masyarakat menjelang agenda demokrasi mendatang.
Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri 30 calon peserta terpilih, hasil seleksi daring yang berlangsung 3–11 Agustus 2025. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat demokrasi, tokoh pemuda, hingga perwakilan organisasi masyarakat.
Ketua KPU Bungo, Armidis, menegaskan bahwa “Sekolah Pemilu” bukan sekadar program sosialisasi, melainkan platform pendidikan politik yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi publik.
“Sekolah Pemilu menjadi sarana strategis untuk meningkatkan literasi pemilih, terutama dalam menyongsong agenda demokrasi yang lebih partisipatif dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam rapat persiapan, KPU memaparkan kurikulum pembelajaran, jadwal kegiatan, serta mekanisme partisipasi. Program ini diharapkan menjadi katalis lahirnya pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Armidis menambahkan, keberhasilan program ini menuntut dukungan semua pihak.
“Kolaborasi dan komitmen lintas sektor menjadi kunci suksesnya Sekolah Pemilu,” tegasnya.
Sebagai inisiatif perdana di Jambi, lulusan “Sekolah Pemilu” di Bungo diharapkan mampu menjadi kader yang memahami sejarah, proses, dan teknis penyelenggaraan pemilu, serta berperan aktif membangun ekosistem diskusi demokrasi yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Jurnalis: ASAD/Bintang34/*
Disusun oleh: Redaksi nusadaily.id