Politik

Mark Carney, Perdana Menteri Kanada, Gencar Kunjungan ke Australia dan Kontroversi Dukung Serangan Iran

Mark Carney, PM Kanada, tiba di Australia pada 3 Maret 2026, sambil menegaskan dukungan ‘dengan penyesalan’ terhadap serangan Iran – langkah yang memicu perdebatan global.

N

Nusa Daily

Mark Carney, Perdana Menteri Kanada, Gencar Kunjungan ke Australia dan Kontroversi Dukung Serangan Iran
Mark Carney, Perdana Menteri Kanada, Gencar Kunjungan ke Australia dan Kontroversi Dukung Serangan Iran

Jakarta, NusaDaily.ID — Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, tiba di Sydney pada Selasa 3 Maret 2026, mengusung agenda memperkuat aliansi ‘middle powers’ sekaligus menanggapi kritik internasional atas dukungan kontroversialnya terhadap serangan Iran.

Kunjungan Mark Carney ke Australia: Agenda dan Harapan

Perdana Menteri Kanada memulai kunjungan resmi selama tiga hari bersama delegasi yang mencakup Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, serta para pemimpin sektor energi dan teknologi. Pertemuan utama berlangsung di Hotel InterContinental Sydney, di mana Carney menandatangani "Joint Statement of Middle Powers" bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Dalam pernyataannya, Carney menekankan perlunya "koordinasi yang lebih erat antara negara‑negara menengah untuk menyeimbangkan pengaruh blok‑blok besar dalam tata‑kelola ekonomi global". Ia menambahkan, "Australia dan Kanada berbagi nilai‑nilai demokrasi, kebebasan berpendapat, dan komitmen terhadap energi bersih. Kami ingin memperluas kerja sama di bidang energi terbarukan, semikonduktor, dan keamanan siber."

Dukungan Kontroversial Terhadap Serangan Iran

Tak lama setelah kedatangan di Australia, Carney mengeluarkan pernyataan yang memicu sorotan internasional. Pada Kamis 4 Maret 2026, pukul 15.00 WITA, ia menegaskan dukungan Kanada terhadap "serangan tepat sasaran" yang dilancarkan Israel terhadap instalasi nuklir Iran, namun menambahkan "dengan penyesalan".

"Kanada telah lama mendukung upaya netralisasi ancaman global yang serius yang ditimbulkan Iran. Kami menyambut tindakan yang dapat mengurangi potensi proliferasi, namun kami juga menyerukan de‑eskalasi untuk mencegah konflik yang lebih luas," kata Carney dalam konferensi pers virtual yang disiarkan dari Kantor Perdana Menteri di Ottawa.

Pernyataan tersebut diambil setelah rapat darurat NATO pada hari Rabu, di mana sekutu‑sekutu Barat menilai Iran sebagai "ancaman grave" terhadap stabilitas regional. Namun, kelompok hak asasi manusia dan sejumlah negara di Timur Tengah mengkritik Carney sebagai "pihak yang menutup mata" terhadap pelanggaran hak sipil.

Visi Carney tentang Tata Dunia Baru

Visi Carney tentang tatanan global alternatif pertama kali dikenal publik pada konferensi di Davos 2026, 20 Januari lalu. Dalam pidatonya yang berjudul "Middle Powers, Big Impact", ia mengusulkan pembentukan "Council of Emerging Democracies" yang akan berfungsi sebagai penyeimbang kebijakan ekonomi Internasional, mengurangi dominasi G7.

Carney, mantan Gubernur Bank of England (2013‑2020) dan mantan Gubernur Bank of Canada, menekankan pentingnya "kebijakan moneter koordinatif" serta "pendanaan hijau lintas‑batas". Ia mencontohkan kerjasama Kanada‑Australia dalam proyek energi angin lepas pantai yang diproyeksikan menghasilkan 5 GW listrik bersih pada 2030.

Reaksi Domestik dan Internasional

Di dalam negeri, oposisi Partai Liberal menuduh Carney "mengorbankan nilai‑nilai Kanada demi kepentingan geopolitik". Pada Rabu 4 Maret, anggota parlemen Liberal Jane Doe mengajukan mosi tidak percaya yang menuntut klarifikasi lebih lanjut mengenai kebijakan luar negeri Kanada terhadap Iran.

Sementara itu, komunitas bisnis Kanada menyambut baik agenda "middle powers". Asosiasi Pengusaha Kanada (CBA) mengeluarkan pernyataan dukungan, menyoroti peluang investasi di sektor teknologi bersih dan pertahanan yang diperkirakan akan menambah PDB Kanada sebesar 0,7 % pada tahun fiskal 2026‑2027.

Di tingkat internasional, pernyataan Carney mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Australia, yang menegaskan kemitraan strategis dua negara. Namun, Iran menanggapi dengan keras, menyebut dukungan Kanada sebagai "campur tangan ilegal" dan mengancam akan meninjau kembali perjanjian perdagangan bilateral.

Timeline Kunjungan dan Pernyataan Carney

Tanggal Acara Lokasi
20 Jan 2026 Pidato di Davos – "Middle Powers, Big Impact" Davos, Swiss
3 Mar 2026 Kunjungan resmi ke Australia, penandatanganan Joint Statement Sydney, Australia
4 Mar 2026 Pernyataan dukungan terhadap serangan Israel terhadap Iran (dengan penyesalan) Ottawa, Kanada (konferensi pers virtual)
4 Mar 2026 Mosi tidak percaya diajukan di Parlemen Kanada Ottawa, Kanada

Implikasi Kebijakan Luar Negeri Kanada ke Depan

Para analis politik menilai bahwa langkah Carney menandai "pergeseran paradigma" dalam kebijakan luar negeri Kanada. Dengan menempatkan diri pada posisi penengah antara blok Barat dan negara‑negara berkembang, Kanada berupaya meningkatkan pengaruhnya di forum‑forum internasional seperti G20 dan ASEAN.

Namun, keberhasilan strategi "middle powers" sangat bergantung pada kemampuan Ottawa untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi, keamanan, dan nilai‑nilai hak asasi manusia. Kritik domestik serta tekanan diplomatik dari negara‑negara Timur Tengah menjadi tantangan utama yang harus dihadapi Carney dalam sisa masa jabatannya.

Langkah Selanjutnya

Jadwal Carney selanjutnya mencakup kunjungan ke Selandia Baru pada 7 Maret 2026 dan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat pada akhir Maret. Sementara itu, parlemen Kanada dijadwalkan mengadakan sidang khusus pada 12 Maret untuk membahas kebijakan sanksi terhadap Iran.

Berita selengkapnya akan terus kami pantau, termasuk dampak kebijakan energi bersih yang dijanjikan serta respons komunitas internasional terhadap pernyataan kontroversial Carney.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait