Sosial

MBG Masuk Posyandu Desa, Rindang Siahaan Tinjau Langsung: Dari Sungai Mengkuang untuk Penerima Manfaat

Sejak diluncurkan sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini merambah hingga ke Posyandu, ruang paling dasar dalam arsitektur pelayanan kesehatan desa. Di Kabupaten Bungo, Anggota DPRD Bungo Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rindang Siahaan, turun langsung meninjau pelaksanaan MBG di sejumlah Posyandu di Desa/Dusun Sungai Mengkuang.

A

Angga Saputra

MBG Masuk Posyandu Desa, Rindang Siahaan Tinjau Langsung: Dari Sungai Mengkuang untuk Penerima Manfaat

BUNGO, NUSADAILY.ID – Sejak diluncurkan sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini merambah hingga ke Posyandu, ruang paling dasar dalam arsitektur pelayanan kesehatan desa. Di Kabupaten Bungo, Anggota DPRD Bungo Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rindang Siahaan, turun langsung meninjau pelaksanaan MBG di sejumlah Posyandu di Desa/Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Senin (23/02/2026).

MBG merupakan program nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Pemerintah menargetkan puluhan juta penerima manfaat secara bertahap di seluruh Indonesia.
Sasaran utama program ini mencakup empat kelompok besar: siswa pendidikan dasar dan menengah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Perluasan distribusi ke Posyandu dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan kelompok paling rentan, khususnya ibu dan anak, mendapatkan akses gizi yang layak secara rutin dan terpantau.

Secara kebijakan, MBG memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Program ini dirancang sebagai intervensi langsung berbasis konsumsi pangan bergizi seimbang. Kedua, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan, periode krusial yang menentukan tumbuh kembang jangka panjang. Ketiga, membangun fondasi sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari visi pembangunan nasional jangka panjang.
Di Sungai Mengkuang, rombongan yang Rindang Siahaan bersama petugas dari instansi terkait serta Rio (Kepala Desa) Redofri meninjau satu per satu Posyandu yang menjadi titik distribusi MBG. Beberapa di antaranya adalah Posyandu Kasih Ibu, Posyandu Pesona Hati, Posyandu Mawar dan beberapa Posyandu lainnya.

Kunjungan tersebut tidak sekadar seremoni. Dengan menjadikan Posyandu sebagai simpul distribusi, pemerintah berupaya memperkuat integrasi antara kebijakan nasional dan pelayanan berbasis komunitas. Di tingkat desa, kader Posyandu memegang peran penting, mulai dari pendataan penerima manfaat, pengawasan distribusi, hingga edukasi gizi kepada keluarga.
Langkah ini menegaskan bahwa perang melawan stunting dan malnutrisi tidak hanya digerakkan dari pusat kekuasaan, tetapi juga dari ruang-ruang kecil di desa, tempat ibu dan balita berkumpul setiap bulan, menimbang harapan pada timbangan sederhana bernama Posyandu.
Redaksi nusadaily.id/*

Bagikan Artikel

Artikel Terkait