Jakarta, NusaDaily.ID — Konglomerat Indonesia Mochtar Riady mengumumkan rencana penjualan One Raffles Place, salah satu menara tertinggi di distrik bisnis pusat Singapura, melalui perusahaan investasinya. Langkah strategis ini menjadi sorotan utama investor domestik dan internasional menjelang akhir 2025 dan awal 2026.
Riady Siapkan Penjualan One Raffles Place
Menurut laporan VnExpress International, perusahaan yang dikendalikan oleh Riady mulai memasarkan gedung tersebut pada kuartal pertama 2026. One Raffles Place, dengan tinggi 280 meter dan 54 lantai, merupakan properti premium yang dimiliki Lippo Group sejak 2010 melalui anak perusahaan PT Lippo Capital Ltd.
“Kami menilai bahwa saat ini merupakan momen optimal untuk merealokasi portofolio aset luar negeri, mengingat dinamika pasar properti komersial di Asia‑Pasifik,” ujar perwakilan Lippo Capital dalam sebuah konferensi pers di Singapura. Dilansir dari VnExpress International, penjualan diperkirakan akan menghasilkan nilai transaksi sebesar US$1,1 miliar, setara dengan sekitar Rp15 triliun.
Sejarah Singkat Lippo Group
Didirikan pada tahun 1952 oleh Mochtar Riady, Lippo Group tumbuh dari usaha perdagangan batik di Malang menjadi konglomerasi yang mencakup perbankan, properti, kesehatan, dan teknologi. Pada tahun 1990, grup ini meluncurkan Lippo Bank, yang kemudian bergabung menjadi Bank CIMB Niaga pada 2015. Pada 2025, Lippo Group menguasai lebih dari 300 proyek properti di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Data Forbes 2025 menempatkan kelompok bisnis Riardi dalam daftar 10 perusahaan terbesar Asia Tenggara, dengan total aset lebih dari US$12 miliar.
Masa Kecil dan Pendidikan
Mochtar Riady lahir pada 12 Mei 1929 di Malang dengan nama asli Lie Mo Tie. Keluarganya menjalankan toko batik yang melayani pasar lokal. Pada usia 13 tahun, Riady dipindahkan ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ekonomi Nasional (STEN). Selanjutnya ia menempuh studi di Universitas Amerika, New York, dan meraih gelar MBA pada 1955.
Pendidikan luar negeri menjadi fondasi bagi Riady mengadopsi model bisnis barat, termasuk pendekatan terintegrasi antara perbankan dan properti yang menjadi ciri khas grupnya.
Strategi Bisnis yang Kontroversial
Selama masa kepemimpinannya, Riady dikenal tegas dalam pengambilan keputusan. Salah satu contoh paling menonjol adalah pemecatan anaknya sendiri, James Riady, dari posisi eksekutif senior pada 2024 karena perbedaan visi strategis. Keputusan tersebut dilaporkan oleh Metropolitan pada 10 Oktober 2025 dan mengundang perdebatan publik tentang dinamika keluarga dalam bisnis besar.
Di sisi lain, Riady berhasil mengamankan lisensi perbankan pertama di Indonesia pasca reformasi 1998, menjadikannya “Bapak Perbankan Indonesia”. Pendekatan agresif dalam akuisisi properti komersial di Asia, termasuk pembelian One Raffles Place, menunjukkan pola investasi berisiko tinggi namun berpotensi memberikan keuntungan signifikan.
Kekayaan dan Posisi di Daftar Orang Terkaya
Menurut laporan CNBC Indonesia pada 27 Oktober 2025, nilai kekayaan Mochtar Riady mencapai sekitar Rp34 triliun (sekitar US$2,3 miliar), menempatkannya di peringkat 7 daftar orang terkaya di Republik Indonesia. Lippo Group menguasai 32% saham PT Global Mediacom Tbk (GMTD) dan memiliki kepemilikan mayoritas di perusahaan data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII), yang turut menambah bobot nilai aset.
Daftar tersebut juga menyoroti diversifikasi investasi Riady, meliputi sektor kesehatan melalui Lippo Healthcare, pendidikan melalui Universitas Pelita Harapan, serta teknologi fintech melalui Lippo Digital.
Reaksi Pasar dan Dampak Penjualan
Sejak pengumuman penjualan One Raffles Place, indeks saham properti di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan peningkatan rata-rata 2,3% pada minggu pertama. Analis dari Mandiri Sekuritas menilai bahwa likuiditas tambahan dari penjualan akan memperkuat neraca keuangan Lippo Group, memungkinkan ekspansi lebih lanjut ke sektor digital di Indonesia.
Namun, beberapa kritikus menilai langkah tersebut sebagai upaya mengurangi eksposur terhadap pasar properti global yang diprediksi melambat pada 2026–2027. “Penjualan ini mencerminkan sikap defensif, namun tetap memberikan ruang bagi grup untuk mengalihkan modal ke investasi berteknologi tinggi,” ujar pakar ekonomi dari Universitas Indonesia dalam sebuah wawancara.
Penjualan One Raffles Place juga menarik minat pembeli institusional dari Asia Timur, terutama perusahaan investasi dari Jepang dan Korea Selatan yang mencari aset kelas A di Singapura. Proses lelang diperkirakan selesai pada pertengahan 2026, dengan kemungkinan penjual menerima tawaran di atas nilai pasar saat ini.
Timeline Perjalanan Riady dan Lippo Group
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1929 | Lahir di Malang, Jawa Timur |
| 1955 | Menuntaskan MBA di Universitas Amerika, New York |
| 1970 | Mendirikan Lippo Bank |
| 1990 | Ekspansi properti pertama di Jakarta |
| 2010 | Mengakuisisi One Raffles Place, Singapura |
| 2024 | Penggantian pimpinan anak kandung |
| 2025 | Masuk daftar 10 orang terkaya Indonesia |
| 2026 | Penjualan One Raffles Place dijadwalkan selesai |
Prospek Lippo Group Pasca Penjualan
Setelah likuidasi aset luar negeri, Lippo Group diproyeksikan akan meningkatkan investasi pada bidang kesehatan digital dan fintech. Rencana strategis 2026‑2030 mencakup pendirian pusat data baru di Jawa Barat, serta ekspansi jaringan rumah sakit premium di kota‑kota tier‑2 Indonesia.
Investor menantikan laporan keuangan kuartal kedua 2026 untuk menilai dampak riil penjualan One Raffles Place terhadap profitabilitas grup. Sementara itu, Riady tetap menjadi figur sentral yang memengaruhi arah kebijakan bisnis grup, meski telah menyerahkan peran operasional harian kepada generasi berikutnya.
“Kami tetap berkomitmen pada nilai jangka panjang bagi pemegang saham, sekaligus menyesuaikan portofolio dengan dinamika pasar global,” – pernyataan resmi Lippo Capital pada 12 Februari 2026.
