Jakarta, NusaDaily.ID — Motorola resmi mengumumkan bahwa ponsel lipat terbaru mereka, Moto Razr 60, telah lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai 35,35 persen. Keberhasilan ini membuka jalan bagi peluncuran resmi di Indonesia, menjelang akhir tahun 2026.
Latar Belakang Sertifikasi TKDN dan Proses Postel
Data resmi yang dipublikasikan di situs Kementerian Perindustrian menampilkan model XT2553-9 dengan nilai TKDN sebesar 35,35 persen. Sertifikasi ini menandai kepatuhan Motorola terhadap regulasi lokal yang mengharuskan produsen smartphone mengintegrasikan komponen dalam negeri pada tingkat tertentu. Selanjutnya, perangkat masih harus menunggu persetujuan Postel dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelum dapat dipasarkan.
Menurut Selular.ID (15 November 2025), “Moto Razr 60 kini menunggu proses sertifikasi Postel, yang diperkirakan selesai paling cepat pada kuartal pertama 2026.”
Spesifikasi Teknis Moto Razr 60
Motorola mengklaim bahwa Razr 60 membawa peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Versi Ultra, yang diperkirakan menjadi varian premium, akan ditenagai Snapdragon 8 Elite SoC Qualcomm, RAM LPDDR5X hingga 16 GB, serta penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas 512 GB. Layar lipat OLED berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz menjadi sorotan utama.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite (Qualcomm) |
| RAM | LPDDR5X 12 GB / 16 GB |
| Penyimpanan | UFS 4.1 256 GB / 512 GB |
| Layar | OLED 6,9 inci, 120 Hz, resolusi 2412×1080 |
| Kamera Utama | 50 MP (wide) + 12 MP (ultrawide) |
| Kamera Depan | 10,5 MP (under‑display) |
| Baterai | 4600 mAh, Fast Charge 65 W |
| Sistem Operasi | Android 15 dengan UI Motorola |
Fitur AI terintegrasi pada kamera dan sistem operasi, serta dukungan jaringan 5G Sub‑6 GHz, menjadi nilai jual tambahan yang diharapkan mampu bersaing dengan produk Samsung Galaxy Z Flip 7.
Strategi Motorola di Pasar Lipat Indonesia
Motorola kembali menancapkan kaki di Indonesia setelah meluncurkan Edge 60 Fusion pada awal 2025. Dengan mengusung dua varian Razr 60—standar dan Ultra—perusahaan menargetkan segmen menengah‑atas yang menginginkan desain klasik namun dengan teknologi mutakhir.
Dalam wawancara dengan Gizmologi.id (16 Mei 2025), eksekutif Motorola menyatakan:
“Kami melihat peluang besar di pasar lipat Indonesia. Setelah Edge 60 Fusion terbukti sukses, Moto Razr 60 dirancang untuk menyeimbangkan estetika retro dengan performa kelas atas, sekaligus memenuhi persyaratan lokal melalui TKDN.”
Strategi harga yang diprediksi oleh TabloidPulsa.id menempatkan Razr 60 pada kisaran 9,4 juta rupiah untuk varian standar dan 12,8 juta rupiah untuk Ultra. Harga tersebut masih lebih terjangkau dibandingkan Galaxy Z Flip 7 yang dipatok di atas 14 juta rupiah.
Prediksi Harga, Persaingan, dan Respons Konsumen
Berbagai analis teknologi menilai bahwa nilai TKDN 35,35% memungkinkan Motorola mengurangi beban pajak impor, sehingga dapat menawarkan harga kompetitif. Selular.ID menuliskan bahwa “Motorola Razr 60 berpotensi menjadi opsi pertama bagi konsumen yang menginginkan ponsel lipat dengan budget di bawah 10 juta rupiah.”
Di sisi lain, Samsung belum mengumumkan penurunan harga untuk Z Flip 7, yang tetap menjadi standar emas di segmen ini. Namun, kehadiran Razr 60 dengan desain bergaya retro dan spesifikasi tinggi dapat mengubah dinamika pasar, terutama di kota‑kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Forum teknologi lokal, termasuk Kaskus dan Reddit Indonesia, sudah ramai membahas rumor harga. Sebagian besar pengguna menilai bahwa “motorola Razr 60 akan menjadi alternatif yang lebih affordable tanpa mengorbankan kualitas layar dan performa.”
Jadwal Rilis, Distribusi, dan Harapan Pasar
Setelah sertifikasi Postel selesai, Motorola diperkirakan akan menggelar peluncuran resmi pada kuartal kedua 2026, bertepatan dengan pameran teknologi IndoTech Expo 2026 di Jakarta Convention Center. Penjualan diproyeksikan akan dimulai secara simultan melalui jaringan ritel resmi Motorola, e‑commerce lokal seperti Tokopedia, Shopee, serta operator seluler Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata.
Pengamat industri memperkirakan penjualan pertama bulan pertama dapat mencapai 30.000 unit, mengingat antusiasme pasar terhadap produk lipat yang masih terbatas.
Dengan nilai TKDN yang sudah tercapai, Moto Razr 60 juga menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara produsen global dan pemasok dalam negeri, membuka peluang lebih luas bagi ekosistem manufaktur elektronik Indonesia.
Secara keseluruhan, Moto Razr 60 menyiapkan diri untuk menjadi pemain kunci dalam persaingan smartphone lipat di Indonesia, menawarkan desain ikonik, spesifikasi premium, dan harga yang lebih bersahabat.
