Madrid, NusaDaily.ID — Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menggunakan pangkalan militer Spanyol dalam operasi militer melawan Iran. Penolakan itu menimbulkan kerutan di antara negara‑anggota NATO, sekaligus menegaskan posisi Spanyol yang menolak aksi militer unilateral Amerika dan Israel di Timur Tengah.
Latar Belakang Permintaan AS
Setelah serangan drone Amerika yang menewaskan tokoh militer senior Iran pada 1 Maret 2026, pemerintahan Trump mengumumkan rencana serangan balasan. Dalam pernyataan pers yang diadakan di Gedung Putih pada 2 Maret, Trump meminta dukungan logistik dan penggunaan pangkalan NATO yang berada di wilayah sekutu, termasuk pangkalan di Rota, Cádiz, dan Morón, Andalusia. "Kami butuh akses cepat, fasilitas penyimpanan, dan dukungan udara untuk mengeksekusi misi yang sah ini," kata juru bicara Gedung Putih.
Penolakan Spanyol dan Argumen Sánchez
Dalam konferensi pers di Palacio de la Moncloa pada 3 Maret 2026, Pedro Sánchez menegaskan,
"Spanyol tidak akan menjadi pangkalan operasi militer yang melanggar kedaulatan negara lain tanpa persetujuan internasional yang sah. Kami menolak semua bentuk dukungan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah."
Ia menambahkan bahwa keputusan itu selaras dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menekankan diplomasi, bukan kekerasan, dalam menangani perselisihan dengan Iran.
Sánchez juga menyoroti komitmen Spanyol terhadap Anggaran Pertahanan NATO, yang masih berada di bawah target 2% PDB, sekaligus mengecam kebijakan Trump yang dinilai "semprot‑semprot" dan mengabaikan prosedur kolektif aliansi.
Reaksi NATO dan Dinamika Koalisi
Menanggapi penolakan Spanyol, Sekjen NATO Mark Rutte (Belanda) memberikan klarifikasi pada 4 Maret 2026 dalam sebuah wawancara dengan Euronews.
"NATO sebagai aliansi pertahanan kolektif tidak dapat mengizinkan satu anggota menggunakan fasilitas militer sekutunya untuk operasi yang tidak mendapat persetujuan bersama. Kami menghormati keputusan Spanyol, namun kami tetap berkomitmen untuk menjaga solidaritas aliansi."
Rutte menegaskan bahwa tidak ada keputusan resmi NATO yang menyetujui operasi militer AS ke Iran.
Berbagai negara anggota NATO memberikan pernyataan singkat:
Jerman: "Kami menolak langkah yang dapat memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah."
Polandia: "Kita harus tetap berpegang pada prinsip pertahanan kolektif, bukan agresi unilateral."
Kanada: "Kami mendukung solusi diplomatik melalui PBB."
Namun, beberapa anggota seperti Italia dan Turki menyuarakan dukungan terbuka terhadap operasi AS, meski tidak secara resmi menyetujui penggunaan pangkalan mereka.
Implikasi Geopolitik dan Dampak Terhadap Hubungan AS‑Spanyol
Penolakan tersebut memunculkan ketegangan diplomatik antara Pemerintahan Trump dan Madrid. Pada 5 Maret 2026, Kedutaan Besar AS di Madrid menyatakan kekecewaannya lewat pernyataan resmi: "Keputusan Spanyol bertentangan dengan kepentingan keamanan bersama dan menghambat upaya melindungi warga Amerika dari ancaman Iran."
Di sisi lain, lembaga think‑tank EUI‑Barcelona mencatat bahwa sikap Sánchez dapat memperkuat posisi Spanyol sebagai mediator netral di antara Amerika dan Iran, sekaligus meningkatkan kredibilitas Spanyol di kancah internasional.
Prospek Kedepan
Meski penolakan Spanyol menutup peluang penggunaan pangkalan NATO untuk operasi militer AS, Trump masih mengandalkan basis di negara lain, termasuk pangkalan di Qatar dan Turki. Pemerintahan AS diperkirakan akan menyesuaikan strategi, mengalihkan fokus pada operasi udara jarak jauh dan serangan siber.
Para analis politik menilai bahwa keputusan NATO untuk tidak secara kolektif mendukung operasi militer ke Iran akan menjadi preseden penting. "Jika satu anggota dapat menolak penggunaan fasilitas aliansi, maka mekanisme konsensus NATO menjadi lebih kuat," ujar Dr. Ana Martínez, profesor Hubungan Internasional Universitas Complutense Madrid.
Untuk memantau perkembangan selanjutnya, NusaDaily.ID akan terus menyiapkan laporan mendalam tentang dinamika aliansi NATO, kebijakan luar negeri AS, serta respons Iran terhadap ancaman militer baru-baru ini.
Rekapitulasi Sikap Anggota NATO Terhadap Operasi AS ke Iran
Negara Sikap Terhadap Operasi AS Komentar Resmi Spanyol Menolak Panggilan diplomasi, tidak ada dukungan logistik. Belanda Netral Menghormati keputusan masing‑masing anggota. Jerman Menolak Penolakan atas eskalasi konflik. Polandia Menolak Berpegang pada pertahanan kolektif. Kanada Menolak Mendukung diplomasi PBB. Italia Dukungan terbuka Siap memberikan dukungan logistik. Turki Dukungan terbuka Menawarkan pangkalan di Incirlik. Norwegia Netral Menunggu keputusan bersama NATO.
Dengan posisi NATO yang terpecah, dunia menantikan langkah selanjutnya dari Washington. Apakah Amerika Serikat akan menyesuaikan taktiknya atau mencari aliansi baru? NusaDaily.ID akan terus mengupas setiap perkembangan.
