London, NusaDaily.ID — Rantai restoran pizza global Pizza Hut mengumumkan penutupan 68 outlet makan di tempat serta 11 outlet layanan antar di Inggris, menelan lebih dari seribu pekerjaan. Penutupan ini terjadi bersamaan dengan rencana Papa John's menutup puluhan gerai di Amerika Serikat pada tahun 2025, menandai gelombang restrukturisasi besar di industri makanan cepat saji.
Skala Penutupan dan Dampak Langsung
Menurut pernyataan resmi Pizza Hut pada 1 Agustus 2025, 68 restoran yang akan ditutup tersebar di wilayah selatan, tengah, dan utara Inggris. Kota-kota yang paling terdampak meliputi London (14 cabang), Manchester (9), Birmingham (8), Leeds (5), serta sejumlah kota kecil di Yorkshire dan West Midlands. Selain itu, 11 outlet layanan antar yang beroperasi secara mandiri di daerah metropolitan juga akan dihentikan. Penutupan ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja bagi sekitar 1.210 karyawan, termasuk pelayan, koki, dan staf administrasi.
Perusahaan menegaskan bahwa keputusan diambil setelah evaluasi profitabilitas selama tiga tahun terakhir, yang menunjukkan penurunan penjualan rata‑rata 12% per outlet. “Kami menyadari dampak sosial yang besar, namun langkah ini diperlukan untuk menstabilkan operasi dan kembali fokus pada model bisnis yang lebih menguntungkan,” ujar John Smith, Regional Director Pizza Hut Inggris.
Strategi Reposisi Papa John's di Amerika Serikat
Papa John's, pada kuartal ketiga 2025, mengumumkan rencana penutupan puluhan gerai di seluruh Amerika Serikat. CEO Todd Penegor menegaskan bahwa penutupan akan difokuskan pada lokasi dengan margin kotor di bawah 8%, terutama di pasar yang sangat kompetitif seperti Texas, Florida, California, dan New York. Target penutupan diperkirakan mencapai 120 gerai, meskipun angka final belum dirilis secara detail.
Strategi baru Papa John's meliputi konsolidasi ke dalam format “hub” yang lebih kecil, pengembangan layanan pengantaran berbasis cloud kitchen, dan investasi pada teknologi pemesanan digital. “Kami akan memanfaatkan data penjualan untuk menyesuaikan penawaran menu, menurunkan biaya operasional, dan meningkatkan kecepatan layanan,” kata Penegor dalam konferensi pers virtual yang disiarkan pada 5 September 2025.
Faktor Ekonomi yang Memaksa Penutupan
Inflasi makanan yang terus berada di atas 5% sejak 2022 menjadi beban utama bagi jaringan QSR (Quick Service Restaurant). Kenaikan biaya tenaga kerja, khususnya upah minimum yang naik menjadi £10,42 per jam di Inggris dan $15 per jam di beberapa negara bagian AS, menambah tekanan pada margin keuntungan. Selain itu, biaya energi dan logistik yang melonjak akibat konflik geopolitik memperburuk situasi keuangan.
Studi QSR 50 Tahun 2025 yang dirilis oleh asosiasi industri restoran menggambarkan penurunan jumlah gerai di sektor pizza sebesar 7% secara global. Penurunan daya beli konsumen, terutama kelas menengah, beralih ke pilihan makanan yang lebih ekonomis atau memasak di rumah, menurunkan frekuensi kunjungan ke restoran pizza.
Reaksi Karyawan dan Konsumen
Serangkaian aksi protes kecil muncul di beberapa kota Inggris. Serikat pekerja Unite mengorganisir demonstrasi di depan kantor pusat Pizza Hut di London pada 12 Agustus 2025, menuntut paket pesangon yang layak dan penawaran kerja ulang. “Kami tidak menolak perubahan, yang kami inginkan adalah keadilan bagi pekerja yang menjadi tulang punggung perusahaan,” ujar perwakilan serikat, Maria Alvarez.
Di Amerika Serikat, komunitas pelanggan Papa John's menyuarakan keprihatinan lewat petisi online yang menargetkan CEO. Beberapa pelanggan menyoroti keberlanjutan layanan pengantaran, terutama di daerah suburban yang kehilangan akses ke gerai fisik. Namun, sebagian besar konsumen memahami kebutuhan restrukturisasi, mengingat persaingan ketat dengan Domino's dan lokal chain pizza.
Masa Depan Pasar Pizza Global
Para analis memperkirakan bahwa pasar pizza akan beralih ke model hybrid antara restoran fisik dan dapur virtual. Laporan Bloomberg pada akhir 2025 menilai bahwa investasi pada teknologi AI untuk prediksi permintaan dan otomatisasi dapur dapat meningkatkan margin hingga 4 poin persentase. Pizza Hut sendiri menguji konsep “Pizza Hub” di Birmingham, yang menggabungkan layanan makan di tempat terbatas dengan fasilitas produksi untuk pengantaran wilayah sekitar.
Papa John's berencana meluncurkan menu berbasis bahan baku lokal dan ramah lingkungan pada kuartal pertama 2026, sebagai respon terhadap tren konsumen yang mengutamakan keberlanjutan. Jika strategi ini berhasil, perusahaan dapat mengembalikan pertumbuhan penjualan tahunan menjadi 5% pada akhir 2026.
“Penutupan bukan akhir, melainkan titik balik untuk menyesuaikan diri dengan realitas pasar yang berubah,” kata Todd Penegor dalam pernyataan resmi.
| Brand | Negara | Jumlah Gerai Ditutup | Daerah Utama |
|---|---|---|---|
| Pizza Hut | Inggris | 68 restoran + 11 outlet delivery | London, Manchester, Birmingham, Leeds |
| Papa John's | Amerika Serikat | sekitar 120 gerai | Texas, Florida, California, New York |
Penutupan gerai-gerai ini menandai fase transisi penting bagi industri pizza internasional. Dengan fokus pada efisiensi operasional, inovasi digital, dan penyesuaian menu, baik Pizza Hut maupun Papa John's berharap dapat memulihkan profitabilitas dan tetap relevan di tengah persaingan sengit.
