Pemerintah Provinsi Jambi memulai rangkaian monitoring percepatan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di empat kabupaten, termasuk Bungo, yang kini tengah mengejar verifikasi 14 titik dapur MBG. Setiap dapur ditargetkan melayani 3.000–4.000 siswa, dengan dukungan UMKM lokal, pesantren, dan organisasi masyarakat untuk memastikan distribusi merata dan manfaat program maksimal bagi warga.
BUNGO, NUSADAILY.ID – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar monitoring pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Tim Koordinasi Percepatan, yang dilaksanakan secara berkala di sejumlah kabupaten. Kegiatan ini menyasar Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Tebo.
Berdasarkan jadwal resmi, monitoring dimulai Senin (11/08) di Sarolangun, berlanjut Selasa (12/08) di Merangin, Rabu (13/08) di Bungo, dan Kamis (14/08) di Tebo. Rangkaian kegiatan berlangsung empat hari, 11–14 Agustus 2025.
Monitoring bertujuan untuk:
- Mempercepat pelaksanaan program MBG di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
- Mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI dalam program MBG.
- Mengkoordinasikan dan mengevaluasi percepatan program.
- Memantau kesiapan lokasi dan pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Pendanaan kegiatan monitoring dibebankan kepada dinas, badan, biro, dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, termasuk instansi vertikal.
Dalam rapat koordinasi persiapan MBG di Kabupaten Bungo, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat mengakui persiapan program di daerahnya masih tergolong lambat. Ia menegaskan perlunya percepatan agar target terpenuhi.
“Meski masih lambat, kami telah mencatat progres. Saat ini terdapat 14 titik yang sedang diverifikasi. Pemkab Bungo akan mempercepat verifikasi titik lain agar distribusi program merata. Satu dapur MBG harus mencakup 3.000–4.000 siswa,” kata Hidayat.
Untuk mendukung percepatan, pemerintah daerah akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan seluruh dinas terkait. Satgas ini memastikan ketersediaan layanan MBG, memberdayakan UMKM lokal sebagai penyalur bahan baku, memprioritaskan pembangunan dapur di pesantren melalui kerja sama dengan Baznas, serta mendorong Muhammadiyah membuka dapur MBG.
Pemkab Bungo berharap seluruh yayasan, vendor, dan mitra pelaksana dapat mengoptimalkan manfaat program ini bagi masyarakat.
Jurnalis: ASAD/Bintang34
Disusun oleh: Redaksi nusadaily.id