Olah Raga

PSM Makassar Tersungkur 2-4 dari Persita Tangerang, Insiden Supporter Picu Ancaman Sanksi Berat

PSM Makassar kalah 2-4 dari Persita di Stadion BJ Habibie, Parepare. Ricuh di tribun penonton memicu ancaman sanksi bagi klub.

N

Nusa Daily

PSM Makassar Tersungkur 2-4 dari Persita Tangerang, Insiden Supporter Picu Ancaman Sanksi Berat. Gambar: Detik Sport
PSM Makassar Tersungkur 2-4 dari Persita Tangerang, Insiden Supporter Picu Ancaman Sanksi Berat. Gambar: Detik Sport

Parepare, NusaDaily.ID — PSM Makassar menelan kekalahan telak 2-4 atas Persita Tangerang pada laga lanjutan Super League Indonesia 2025/2026 yang digelar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026) malam. Kekalahan ini menurunkan posisi PSM menjadi peringkat ke-13 dengan 23 poin, sementara Persita melesat ke peringkat enam dengan 38 poin. Di luar aksi di lapangan, kericuhan suporter PSM di area GBH (Grandstand Barat) memicu peringatan keras dari Komite Disiplin PSSI mengenai sanksi berat.

Skor Akhir dan Jalannya Laga

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Persita membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat gol sundulan Riko Pratama (13-9). PSM mencoba merespon melalui serangan balik, namun hanya mampu menggaruk satu poin pada menit ke-27 lewat tendangan bebas yang dieksekusi Jefri Alif. Kedua tim saling menukar serangan, namun pada menit ke-38 Persita kembali unggul lewat gol tendangan penalti dari Dimas Prasetyo (2-1).

Setelah jeda istirahat, PSM kembali menekan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-52 lewat gol bunuh diri kiper Persita, Riki Suryadi (2-2). Momen tersebut seakan memberi harapan bagi PSM, tetapi Persita kembali memanfaatkan ruang di sisi kanan lapangan dan mencetak dua gol cepat pada menit ke-58 dan ke-62 melalui aksi individu Sigit Wibowo (2-4). Gol terakhir PSM tercipta pada menit ke-78 lewat sundulan silakan Khaerul, namun sudah terlalu terlambat untuk mengubah hasil akhir.

Kondisi Lapangan dan Taktik Kedua Tim

Stadion BJ Habibie yang dibangun pada 2019 masih menyimpan beberapa masalah drainase, terutama pada bagian sisi barat. Hujan gerimis ringan menjelang menit ke-30 membuat rumput menjadi licin, memaksa kedua pelatih menyesuaikan taktik. Pelatih PSM, Juku Eja, memilih formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada serangan sayap, sementara pelatih Persita, Didi Sutanto, menurunkan formasi 4-3-3 yang menitikberatkan pada penguasaan lini tengah.

Strategi Persita terbukti efektif. Penekanan pada pressing tinggi memaksa PSM kehilangan bola di zona pertahanan, sehingga memungkinkan tiga gol cepat di babak kedua. Di sisi lain, PSM kesulitan menembus pertahanan Persita yang menutup ruang dengan disiplin, meski berhasil mencetak dua gol melalui serangan balik.

Insiden di Tribun Penonton: Ricuh dan Ancaman Sanksi

Segera setelah gol pembuka Persita, sekelompok suporter PSM yang berdiri di GBH (Grandstand Barat) memulai aksi unjuk rasa dengan menebar kertas dan menyalakan petasan. Aksi tersebut memicu benturan dengan suporter Persita yang berada di sisi timur stadion, menimbulkan kerusuhan kecil namun berbahaya. Beberapa insiden fisik dilaporkan, termasuk pemukulan botol plastik dan lemparan batu kecil.

Polisi setempat berhasil membubarkan kericuhan dalam waktu 15 menit, namun tidak menutup mata atas kerusakan properti stadion. Komite Disiplin PSSI, melalui pernyataannya pada pukul 22.30 WIB, menegaskan bahwa PSM Makassar dapat dikenakan sanksi berat, termasuk denda hingga Rp 2 miliar, larangan menampung suporter di GBH selama dua pertandingan, atau bahkan pemotongan poin.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan di arena sepak bola. PSM harus segera menindak tegas oknum yang terlibat, demi menjaga integritas kompetisi,” kata Kepala Komite Disiplin PSSI, Ahmad Syarif.

Dampak Hasil Terhadap Klasemen Liga

Dengan kemenangan 4-2, Persita Tangerang menambah tiga poin dan kini menempati posisi keenam dengan 38 poin, selisih tiga poin dari tim peringkat lima, Bhayangkara FC. PSM Makassar tetap berada di urutan ke-13 dengan 23 poin, terpaut 11 poin dari zona aman (peringkat 10).

Peringkat Klub Poin
1 Arema FC 55
2 Persib Bandung 51
3 PSM Makassar 23
4 Persija Jakarta 45
5 PSIS Semarang 44
6 Persita Tangerang 38

Reaksi Pelatih dan Pemain

Pelatih PSM, Juku Eja, mengakui bahwa timnya kurang konsentrasi pada babak kedua. “Kami terpaksa menyesuaikan taktik karena kondisi lapangan, tetapi kami belum mampu menahan tekanan Persita. Kedepannya, kami harus lebih disiplin dalam mengontrol lini tengah,” ujar Eja dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Sementara itu, pelatih Persita, Didi Sutanto, memuji mental timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol. “Kami percaya pada filosofi menyerang, dan para pemain menunjukkan karakter juara. Kemenangan ini penting untuk menancapkan posisi kami di papan tengah atas,” kata Sutanto.

Pemain Persita, Riko Pratama, yang mencetak gol pembuka, menambahkan, “Kami datang ke Parepare dengan niat kuat. Penonton memang mengganggu, tapi fokus tetap pada lapangan.”

Di sisi lain, kapten PSM, Dendy Dimas, mengungkapkan kekecewaan atas insiden suporter. “Kami menyesal atas tindakan tidak sportif yang dilakukan oleh sebagian kecil suporter. Kami akan bekerja sama dengan klub untuk memastikan hal ini tidak terulang,” katanya.

Dengan jadwal pertandingan selanjutnya, PSM akan menghadapi Barito Putera pada Minggu (8/3/2026) di Stadion Demang Lebar Daun, sedangkan Persita akan menantang Persija Jakarta pada Senin (9/3/2026) di Stadion Patriot Chandrabhaga. Kedua tim diharapkan dapat menyelesaikan urusan taktis serta menghindari insiden serupa di masa mendatang.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait