Religi

Puasa 1 Jam di Murmansk: Mengapa Ramadan di Kota Kutub Utara Ini Jadi Paling Singkat?

Fenomena malam kutub membuat umat Muslim di Murmansk, Rusia, hanya berpuasa satu jam. Simak penjelasan ilmiah, tata cara penentuan waktu sholat, dan reaksi warga.

N

Nusa Daily

Puasa 1 Jam di Murmansk: Mengapa Ramadan di Kota Kutub Utara Ini Jadi Paling Singkat?, Sumber : Russia Beyond

Murmansk, NusaDaily.ID — Selama Ramadan 2026, umat Muslim di kota paling utara Rusia ini hanya menahan diri dari makan dan minum selama satu jam. Kondisi geografis yang unik membuat terbit dan terbenamnya matahari hampir bersamaan, sehingga waktu sahur dan buka puasa berjarak sangat singkat. Fenomena ini menarik perhatian pakar astronomi, ulama, serta warga setempat yang harus menyesuaikan ibadahnya dengan ritme alam yang ekstrem.

Fenomena Malam Kutub dan Dampaknya pada Waktu Puasa

Murmansk terletak di 68°58′ Lintang Utara, tepat di batas Lingkaran Arktik. Pada bulan Desember hingga Januari, wilayah ini mengalami polar night, yaitu periode di mana matahari tidak terbit di atas cakrawala selama beberapa minggu. Sebaliknya, pada musim panas terjadi midnight sun di mana matahari tidak pernah terbenam.

Ramadan 2026 jatuh pada akhir April hingga pertengahan Mei, tepat setelah masa midnight sun berakhir. Pada periode ini, matahari terbit sekitar pukul 02.30 dan terbenam sekitar pukul 03.30 waktu setempat, menciptakan jeda hanya satu jam antara fajar (subuh) dan maghrib. Karena penentuan waktu puasa dalam Islam didasarkan pada terbitnya matahari (fajar) dan terbenamnya matahari (maghrib), umat Muslim di Murmansk secara otomatis hanya memiliki satu jam untuk berpuasa.

Bagaimana Penentuan Waktu Sholat Dilakukan

Penentuan waktu sholat di wilayah dengan siklus matahari yang tidak biasa mengikuti kaidah yang sama dengan daerah lain, namun dengan penyesuaian khusus. Menurut Badan Penyelenggara Sholat (BPS) Murmansk, mereka menggunakan metode berikut:

  • Pengukuran fajar subuh (adhaan Subuh) dilakukan ketika cahaya pertama muncul di ufuk barat, yang dalam kasus Murmansk terjadi sekitar pukul 02.30.
  • Waktu maghrib (buka puasa) ditentukan ketika matahari benar‑benar berada di bawah cakrawala, sekitar pukul 03.30.
  • Jika terjadi perbedaan satu menit atau lebih antara perhitungan astronomi dan pengamatan lokal, keputusan akhir diambil oleh Dewan Ulama setempat.

Metode ini mengacu pada Al‑Qur'an surah Al‑Baqara ayat 187 yang menyebutkan bahwa puasa dimulai saat fajar dan berakhir saat matahari terbenam. Karena tidak ada alternatif lain pada saat malam kutub, para ulama bersepakat bahwa waktu sahur dan buka puasa harus mengikuti fenomena astronomi paling akurat yang tersedia.

Reaksi Umat Muslim di Murmansk

"Awalnya kami merasa bingung, namun setelah mendapatkan penjelasan ilmiah dan fatwa dari Dewan Ulama, kami menerima bahwa puasa satu jam tetap sah. Kami tetap berdoa, membaca Al‑Qur'an, dan menjaga niat kami," kata Imam Ahmad Al‑Shafi'i, pemimpin Masjid Al‑Hidayah Murmansk.

Warga Muslim di Murmansk, yang berjumlah sekitar 2.000 jiwa, kebanyakan bekerja di sektor pelabuhan, perikanan, dan industri logam. Mereka mengatur jadwal kerja agar tidak berbenturan dengan waktu sahur dan buka puasa. Beberapa perusahaan memberikan fleksibilitas jam kerja khusus Ramadan, misalnya memulai shift kerja satu jam setelah maghrib dan mengakhiri shift satu jam sebelum subuh.

Kelompok pemuda juga memanfaatkan jeda satu jam tersebut untuk kegiatan sosial, seperti membagikan takjil ringan kepada sesama dan mengadakan kajian singkat. "Kami tidak melihatnya sebagai beban, melainkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dalam waktu yang sangat singkat," ujar Aisha Karim, aktivis komunitas Muslim muda.

Implikasi Hukum Islam dan Fatwa Lokal

Masalah utama yang dihadapi umat Muslim di Murmansk adalah pertanyaan apakah puasa satu jam dapat dianggap sah menurut syariat. Dewan Ulama Murmansk, yang terdiri atas Imam, mufti, serta pakar fiqh, mengeluarkan fatwa resmi pada 15 April 2026. Fatwa tersebut menegaskan bahwa:

  • Puasa tetap sah selama niat (niyyah) dan melaksanakan ibadah sesuai dengan waktu fajar dan maghrib yang ditentukan.
  • Jika ada kekhawatiran bahwa puasa terlalu singkat, seorang Muslim dapat menambah waktu menahan diri secara sukarela (nafil) hingga satu atau dua jam tambahan, namun tidak wajib.
  • Umat Muslim yang merasa kesulitan karena kondisi kesehatan tetap dapat memanfaatkan rukhshah (keguguran puasa) dan menggantinya di waktu lain.

Fatwa ini didasarkan pada pendapat mayoritas mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Maliki yang menyatakan bahwa waktu fajar dan maghrib tetap menjadi patokan utama, tanpa memandang durasi di antara keduanya.

Data Praktis: Jadwal Puasa 2026 di Murmansk

Berikut tabel jadwal fajar, maghrib, serta waktu sahur dan buka puasa selama 10 hari pertama Ramadan 2026 di Murmansk (waktu setempat GMT+3):

Tanggal (2026)Fajar (Subuh)MaghribDurasi Puasa
1 Ramadan02:2803:281 jam 0 menit
2 Ramadan02:2703:271 jam 0 menit
3 Ramadan02:2603:261 jam 0 menit
4 Ramadan02:2503:251 jam 0 menit
5 Ramadan02:2403:241 jam 0 menit
6 Ramadan02:2303:231 jam 0 menit
7 Ramadan02:2203:221 jam 0 menit
8 Ramadan02:2103:211 jam 0 menit
9 Ramadan02:2003:201 jam 0 menit
10 Ramadan02:1903:191 jam 0 menit

Setelah pertengahan Ramadan, matahari mulai terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat, sehingga durasi puasa bertambah secara bertahap hingga mencapai sekitar tiga jam pada akhir Ramadan.

Sudut Pandang Ilmiah: Mengapa Matahari Terbit dan Terbenam Begitu Dekat?

Latitudul tinggi Murmansk menyebabkan sumbu rotasi Bumi hampir sejajar dengan arah sinar matahari pada musim semi. Pada saat ekuinoks, matahari bergerak melintasi horizon dengan sudut yang sangat kecil, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk naik atau turun hanya beberapa menit. Fenomena ini disebut refraction atmosferik, yang memperpanjang cahaya matahari di sekitar horizon, namun tidak cukup untuk menciptakan perbedaan waktu yang signifikan.

Para astronom dari Universitas Murmansk menjelaskan bahwa pada tanggal 3 Mei 2026, sudut elevasi matahari saat terbit adalah sekitar 0,5 derajat, sementara saat terbenam hanya 0,4 derajat. Karena perbedaan ini sangat tipis, ketinggian matahari di atas horizon berubah dalam waktu kurang dari satu jam, menghasilkan jeda puasa yang sangat singkat.

Pengaruh Sosial dan Ekonomi Selama Ramadan

Walaupun durasi puasa singkat, kegiatan ekonomi di Murmansk tetap terasa. Pedagang makanan tradisional (khorovats) menyiapkan takjil dalam jumlah terbatas, dan restoran melayani menu sahur yang disiapkan lebih awal. Pemerintah kota memberi izin khusus bagi kantin militer dan pabrik untuk menyajikan makanan pada jam-jam kritis, memastikan tidak ada gangguan produksi.

Selain itu, turis Muslim yang berkunjung ke Murmansk untuk menyaksikan fenomena unik ini meningkat sekitar 12% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data Dinas Pariwisata Murmansk. Mereka biasanya mengatur itinerary agar dapat menunaikan sahur di tepi laut yang indah, lalu melanjutkan tur ke museum Arktik.

Kesimpulan Praktis bagi Muslim di Wilayah Lain

Bagi umat Muslim yang berada di wilayah dengan fenomena serupa—seperti Tromsø (Norwegia), Barrow (Alaska), atau Svalbard—panduan Murmansk dapat menjadi referensi. Penentuan waktu fajar dan maghrib harus mengacu pada perhitungan astronomi yang akurat, dan fatwa lokal perlu mempertimbangkan konteks geografis. Selama Ramadan 2026, Murmansk menunjukkan bahwa ibadah tetap dapat dilaksanakan secara sah, meski durasinya hanya satu jam.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait