Science

Puasa Ramadan Buktikan Manfaat Kesehatan: Dari Kontrol Gula Darah hingga Kesehatan Otak

Penelitian terbaru mengungkap puasa Ramadan menurunkan gula darah, kolesterol, dan meningkatkan fungsi otak serta mental.

N

Nusa Daily

Puasa Ramadan Buktikan Manfaat Kesehatan: Dari Kontrol Gula Darah hingga Kesehatan Otak

Jakarta, NusaDaily.ID — Selama bulan Ramadan, jutaan umat Muslim melaksanakan puasa, namun kini penelitian mengungkap manfaat kesehatan yang melampaui ibadah spiritual.

Kontrol Gula Darah dan Risiko Diabetes

Studi yang dipublikasikan dalam "7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan dan Tips Berpuasa Sehat" mencatat bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Pada kelompok responden yang berpuasa tiga hari dalam seminggu, kadar glukosa puasa turun rata‑rata 12% dalam tiga bulan.

"Puasa intermiten memperbaiki regulasi glukosa tanpa harus mengubah pola makan secara drastis," jelas Dr. Ahmad Rizki, Endokrinologis RSUP Fatmawati, dilansir dari Primaya Hospital.

Menurunkan Kadar Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian yang dirilis pada 18 Maret 2025 oleh Primaya Hospital menegaskan bahwa puasa mengurangi LDL (kolesterol jahat) hingga 15% dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) sebesar 8% pada peserta yang menjalankan puasa Ramadan secara konsisten.

Perubahan ini berkontribusi pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular, terutama pada usia produktif 30‑45 tahun. Data klinis menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik rata‑rata 5 mmHg setelah dua minggu puasa.

Detoksifikasi, Autofagi, dan Regenerasi Sel

Proses autofagi, mekanisme pembersihan sel internal, dipicu oleh periode tanpa asupan kalori. "Puasa Lancar, Badan Tetap Sehat dan Bugar" (2025-03-18) mengutip hasil laboratorium Universitas Indonesia yang menemukan peningkatan marker LC3‑II pada sel otot setelah 48 jam puasa, menandakan aktivitas autofagi yang meningkat.

Regenerasi sel ini berperan penting dalam perbaikan jaringan otot, kulit, dan organ internal, serta memberi efek anti‑penuaan pada tingkat seluler.

Kesehatan Otak, Memori, dan Kesejahteraan Mental

Menurut Fakultas Agama Islam (2025-10-28), puasa meningkatkan produksi brain‑derived neurotrophic factor (BDNF), protein yang mendukung pertumbuhan neuron baru. Penelitian pada sukarelawan berusia 55‑70 tahun menunjukkan peningkatan skor tes memori verbal sebesar 7 poin setelah empat minggu puasa Ramadan.

Manfaat mental tidak hanya terbatas pada memori. Artikel "Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan Mental" (Primaya Hospital, 2025-03-18) menyoroti penurunan kortisol, hormon stres, sebesar 20% pada peserta yang melaksanakan puasa dengan pola tidur teratur.

Hikmah Spiritual yang Menopang Kesehatan Fisik

Selain bukti ilmiah, perspektif religius tetap berperan. Dalam tulisan "8 Hikmah Puasa Ramadhan, Lebih Dari Menahan Haus dan Lapar", disebutkan bahwa niat dan kesadaran diri selama puasa dapat meningkatkan kualitas tidur, yang berdampak pada pemulihan tubuh.

Pengalaman spiritual yang mendalam memicu perasaan puas dan kebahagiaan, dua faktor yang berhubungan erat dengan sistem imun yang lebih kuat.

Tips Berpuasa Sehat untuk Memaksimalkan Manfaat

  • Mulailah sahur dengan makanan berserat tinggi, seperti oatmeal, buah-buahan, dan kacang‑kacangan.

  • Hindari minuman berkafein berlebih, karena dapat meningkatkan dehidrasi.

  • Perbanyak asupan cairan pada waktu berbuka, terutama air putih dan sup ringan.

  • Jaga intensitas olahraga, pilih aktivitas ringan‑sedang seperti jalan kaki atau yoga.

  • Istirahat yang cukup; usahakan tidur malam minimal 7 jam.

Kesimpulan Praktis

Data ilmiah yang terus bertambah memperkuat pandangan bahwa puasa tidak sekadar ritual keagamaan, melainkan intervensi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara luas. Dengan mengikuti pedoman gizi, hidrasi, dan istirahat, masyarakat dapat meraih manfaat metabolik, kardiovaskular, neurokognitif, serta kesejahteraan mental selama bulan Ramadan.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait