Surabaya, NusaDaily.ID — Ramadan 1447 H resmi dimulai pada 10 Maret 2026 setelah pengumuman Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bulan suci ini kembali menjadi fokus umat Muslim di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Malang. Pemerintah daerah pun meluncurkan serangkaian program sosial untuk memanfaatkan momentum beribadah.
Ramadan 1447 H Mulai, Jadwal Resmi
Menurut kalender resmi Kementerian Agama, tarawih pertama di Masjid Nasional Al‑Akbar Surabaya dijadwalkan pada 11 Maret 2026, pukul 19.30 WIB. Penetapan tanggal ini didasarkan pada pengamatan hilal oleh tim Biro Urusan Agama (BUA) Kabupaten Sidoarjo, yang kemudian disebarluaskan melalui portal resmi Kemenag.
Nuzulul Qur’an: Landasan Keutamaan
Keutamaan utama Ramadan terletak pada peristiwa Nuzulul Qur’an, ketika Allah menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Dalil utama terdapat pada QS. Al‑Baqara: 185, "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al‑Qur’an…". Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang terlanjur dihapus".
Pintu Surga Terbuka, Neraka Ditutup
Berbagai riwayat menyebutkan bahwa selama Ramadan pintu surga dibuka lebar, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Salah satu hadits yang banyak dikutip oleh ulama, "Selama sebulan penuh pintu-pintu neraka ditutup, tidak satu pun pintunya yang dibuka, dan setan-setan dibelenggu" (HR. Bukhari). Imam Ahmad menyebutkan manfaat psikologisnya, yaitu menurunkan tingkat kriminalitas selama bulan puasa.
Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Lailatul Qadar, malam yang disebutkan dalam QS. Al‑Qadr, diyakini lebih baik dari seribu bulan. Dalilnya terdapat pada hadis sahih: "Barangsiapa yang bangun pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang terlanjur dihapus" (HR. Bukhari). Menurut Kementerian Agama, estimasi malam Lailatul Qadar jatuh pada 27 Ramadan, yaitu 5 April 2026, dengan peluang melihat cahaya cahaya langit yang menandakan keutamaan malam tersebut.
Amalan Utama yang Ditingkatkan
Berbagai amalan menjadi sorotan utama selama Ramadan. Berikut rangkaian kegiatan yang disarankan:
- Sahur dan berbuka dengan takaran halal dan thayyib.
- Shalat Tarawih berjamaah di masjid atau musholla.
- Qiyamullail (tahajjud) pada sepuluh malam terakhir.
- Memberi zakat fitrah dan infaq kepada yang membutuhkan.
- Menunaikan sedekah melalui program “Ramadan Berbagi” yang dikoordinasikan Kementerian Sosial.
Dampak Sosial dan Ekonomi di Tanah Jawa
Di Kabupaten Jombang, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa program “Pasar Ramadan” akan meningkatkan perekonomian pedagang kecil. Data BPS menunjukkan peningkatan transaksi harian sebesar 12,4% pada minggu pertama Ramadhan dibandingkan bulan sebelumnya.
Di Kecamatan Lowokwaru, Surabaya, kepala desa Raden Haryo menambahkan, "Kami mengadakan bakti sosial buka bersama gratis untuk warga kurang mampu, serta pembagian paket sembako yang berisi beras, minyak, dan kurma." Program tersebut didukung oleh organisasi nirlaba “Peduli Ramadan” yang menyalurkan dana sebesar Rp 1,2 miliar.
"Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momentum meningkatkan kepedulian sosial," ujar Imam Masjid Al‑Akbar Surabaya, KH. Ahmad Rizal dalam sambutan pembukaan Tarawih pertama.
Data Jadwal Tarawih di Surabaya
| Masjid | Hari | Waktu Mulai | Imam |
|---|---|---|---|
| Masjid Nasional Al‑Akbar | Senin‑Jumat | 19:30 WIB | KH. Ahmad Rizal |
| Masjid Al‑Hikmah | Sabtu‑Minggu | 19:45 WIB | Ust. Yusuf Mubarok |
| Masjid Jami’ Al‑Falah | Setiap Hari | 19:20 WIB | Ust. Siti Nurhaliza |
| Masjid Raya Gubeng | Senin‑Jumat | 19:35 WIB | KH. Abdul Latif |
Dengan jadwal terstruktur, umat Muslim di Surabaya dapat menyesuaikan ibadah tarawih tanpa harus mengorbankan aktivitas harian. Pemerintah Kota juga menyiapkan transportasi gratis menuju lokasi-lokasi strategis pada malam Jumat, sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi massal.
Secara keseluruhan, Ramadan 1447 H di Surabaya dan sekitarnya tidak hanya menonjolkan keutamaan spiritual, tetapi juga menciptakan sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi pasca‑pandemi, bulan suci ini menjadi peluang untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
