Jakarta, NusaDaily.ID — Peringatan Dini BMKG mengindikasikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sepuluh kota besar Indonesia pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan, “Kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari–Februari, namun intensitas tinggi tetap terjadi di sebagian besar wilayah.”
Intensitas Hujan yang Diprediksi di Ibu Kota dan Kota Metropolitan
Menurut data terbaru yang dirilis BMKG, wilayah Jabodetabek termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat mulai siang hingga malam. Di Jakarta, potensi curah hujan mencapai 45‑70 mm per jam, dengan awan tebal yang dapat menurunkan visibilitas di jalan raya.
Bandung, yang berada di zona pegunungan Barat Jawa, diprediksi akan diguyur hujan ringan hingga sedang, dengan curah total sekitar 30 mm. Sementara itu, Surabaya serta wilayah sekitarnya di Jawa Timur mengalami hujan lebat, terutama pada sore hari, dengan perkiraan intensitas 50‑80 mm per jam.
Prediksi Hujan di Kota-Kota Utara dan Timur Indonesia
Di pulau Sumatera, Medan dan Palembang akan menghadapi hujan lebat. BMKG mencatat potensi curah hujan di Medan mencapai 60 mm pada pukul 14.00 WIB, sementara Palembang diperkirakan menerima hujan intensitas sedang (40‑55 mm) sepanjang sore.
Di Kalimantan, Banjarmasin dan Pontianak diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang. Namun, di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua dan Maluku, BMKG menandai potensi hujan sangat lebat di sebagian daerah, meski tidak semua wilayah terdeteksi secara detail pada hari itu.
Angin Kencang dan Ancaman Banjir Bandang
Selain intensitas hujan, BMKG mengeluarkan peringatan mengenai angin kencang berkecepatan 30‑45 km/jam di sebagian wilayah Jawa Barat (Bandung) dan Jawa Tengah (Semarang). Angin kencang ini dapat mempercepat aliran air di daerah dataran rendah, meningkatkan risiko banjir bandang di daerah‑daerah rawan.
Di wilayah Sumatera, khususnya di Jambi, awan tebal diprediksi menutup sebagian besar wilayah, menambah risiko genangan air pada malam hari. Antara News melaporkan, “Masyarakat di daerah rawan banjir harus tetap waspada dan menyiapkan evakuasi jika diperlukan.”
Daftar Prediksi Cuaca per Kota pada 21 Februari 2026
| Kota | Provinsi | Intensitas Hujan | Curah (mm) | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Jakarta | DKI Jakarta | Hujan Lebat | 45‑70 | Visibilitas menurun, potensi banjir lokal |
| Bandung | Jawa Barat | Hujan Ringan‑Sedang | 30‑45 | Angin kencang 30‑40 km/jam |
| Surabaya | Jawa Timur | Hujan Lebat | 50‑80 | Terjadi sejak sore |
| Medan | Sumatera Utara | Hujan Lebat | 55‑70 | Potensi banjir di daerah rendah |
| Palembang | Sumatera Selatan | Hujan Sedang | 40‑55 | Waspada genangan air sore hari |
| Denpasar | Bali | Hujan Ringan | 20‑35 | Cuaca berawan tebal di pagi hari |
| Yogyakarta | D.I. Yogyakarta | Hujan Ringan‑Sedang | 30‑45 | Angin berhembus ringan |
| Semarang | Jawa Tengah | Hujan Ringan‑Sedang | 35‑50 | Potensi hujan lebat sore hari |
| Banjarmasin | Kalimantan Selatan | Hujan Ringan | 25‑40 | Cuaca tetap berawan |
| Pontianak | Kalimantan Barat | Hujan Ringan‑Sedang | 30‑45 | Angin lemah |
Reaksi Pemerintah Daerah dan Upaya Mitigasi
Setiap pemerintah kota yang masuk dalam daftar peringatan dini telah mengaktifkan Satpol PP dan tim kebencanaan setempat. Di Jakarta, Dinas Penanggulangan Bencana (DPB) mengumumkan akan menambah posko evakuasi di wilayah Rawamangun, Cengkareng, dan Duren Sawit. Sementara di Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan pompa air portabel untuk mengantisipasi genangan di daerah rawan banjir.
Di Surabaya, BPBD Kota Surabaya bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat untuk menyebarkan peringatan via aplikasi “Satu Data” dan media sosial. “Kami menasihati warga untuk tidak keluar rumah bila hujan mulai deras, serta menghindari perjalanan di jalan‑jalan rendah,” ujar Kepala BPBD Surabaya, Siti Nurhaliza.
Tips Praktis Bagi Warga Menghadapi Hujan Ekstrem
Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh BMKG dan lembaga penanggulangan bencana:
- Periksa kondisi atap, talang, dan selokan rumah sebelum hujan tiba.
- Siapkan ember atau wadah penampung air untuk mengantisipasi banjir kecil.
- Hindari perjalanan darat pada sore‑malam, terutama di daerah rawan tanah longsor.
- Jika berada di area rawan banjir, pindahkan barang berharga ke tempat tinggi.
- Ikuti informasi terkini melalui kanal resmi BMKG, Dinas Sosial, dan media lokal.
Proyeksi Musim Hujan Selanjutnya
Setelah masa puncak Januari‑Februari, BMKG memperkirakan curah hujan akan mulai melandai pada Maret. Namun, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat muncul secara sporadis di wilayah Indonesia barat dan tengah. “Masyarakat harus tetap waspada hingga akhir Februari, karena pola hujan belum stabil,” kata Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers yang dilansir dari Antara News.
Dengan penurunan intensitas hujan yang diproyeksikan pada minggu depan, pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan evaluasi dampak dan memperbaiki infrastruktur drainase yang masih rawan.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama antara warga, LSM, dan sektor swasta,” ujar Sekretaris Jenderal BMKG, Rudi Hartono.
Semua pihak diimbau untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui situs resmi BMKG (bmkg.go.id) dan aplikasi seluler resmi.
