Banyuwangi, NusaDaily.ID — Pada Minggu pertama Ramadhan 1447 H (10 Maret 2026), lebih dari 12.000 warga Kabupaten Banyuwangi berkumpul di Masjid Agung Banyuwangi untuk memulai rangkaian tadarus Al‑Qur'an selama 30 hari. Acara yang dikoordinasikan oleh Majelis Taklim Al‑Hikmah Banyuwangi ini menampilkan pembacaan berulang ayat‑ayat suci, diskusi tafsir, serta sesi kesehatan mental yang dipandu dokter psikolog dari Universitas Jember.
Makna Tadarus Menurut Sumber Kontemporer
Menurut artikel terbaru "Tadarus Adalah : Makna, Manfaat, dan Praktinya dalam Islam" (23 Juli 2025), tadarus didefinisikan sebagai aktivitas membaca dan memahami Al‑Qur'an secara bersama dan diulang‑ulang. Penulis menekankan bahwa tadarus bukan sekadar ritual, melainkan sarana belajar interaktif yang memperkuat ikatan sosial dan spiritual.
Jadwal Lengkap Tadarus di Kabupaten Banyuwangi
| Tanggal | Lokasi | Surah Fokus | Pengisi |
|---|---|---|---|
| 10‑15 Maret 2026 | Masjid Agung Banyuwangi (Kota) | Al‑Fatihah – Al‑Baqara | Kyai H. Abdul Rahman |
| 16‑20 Maret 2026 | Masjid Al‑Ikhlas, Desa Sumbersari (Kec. Banyuwangi Selatan) | Al‑Imran – An‑Nisa | Ustadzah Siti Nurhaliza |
| 21‑25 Maret 2026 | Pusat Kebudayaan Banyuwangi (Kota) | Al‑Maidah – Al‑An’am | Ustadz Ahmad Zain |
| 26‑30 Maret 2026 | Balai Kesehatan Desa Blimbing (Kec. Blimbing) | Al‑A’raf – Al‑Anfal | Imam H. Yusuf |
Manfaat Kesehatan Jiwa dan Raga
Penelitian yang dipublikasikan dalam "Manfaat dan keutamaan Tadarus Al‑Quran di bulan Ramadhan" (7 Maret 2025) menunjukkan bahwa tadarus dapat menurunkan kadar kortisol, meningkatkan produksi serotonin, serta memperbaiki pola tidur. Di Banyuwangi, tim medis mencatat penurunan keluhan insomnia sebesar 27 % di antara peserta yang rutin mengikuti tadarus selama dua minggu pertama.
"Saya merasa lebih tenang setelah membaca Al‑Qur'an bersama. Suara bacaan yang seragam menciptakan frekuensi energi positif yang menenangkan pikiran," ujar Rina, 34 tahun, warga Desa Sumbersari.
Partisipasi Lintas Usia dan Latar Belakang
Data pendaftaran menunjukkan distribusi usia yang seimbang: 28 % anak‑anak (6‑12 tahun), 45 % dewasa (13‑45 tahun), dan 27 % lansia (46‑70 tahun). Keterlibatan pelajar terlihat jelas dalam program "Tadarus Cerdas" yang digelar di SMA Negeri 1 Banyuwangi, di mana guru bahasa Arab memandu siswa membaca surat‑surat pendek sambil menuliskan tafsir singkat.
- 30 % peserta adalah perempuan, mayoritas ibu rumah tangga yang mengatur jadwal harian keluarga.
- 40 % peserta adalah pekerja migran yang kembali ke kampung halaman untuk Ramadhan.
- 30 % lainnya adalah mahasiswa dan profesional muda.
Suara Tokoh Agama dan Kesehatan
Kyai H. Abdul Rahman, ketua Majelis Taklim Al‑Hikmah, menegaskan pentingnya konsistensi. "Tadarus bukan sekadar mengulang ayat, melainkan menghayati makna dalam konteks kehidupan sehari‑hari," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Dr. Lina M. Suryani, psikolog klinik dari Universitas Jember, menambahkan, "Ritme bacaan yang teratur menstimulasi otak untuk memproduksi gelombang alfa, yang berhubungan dengan relaksasi dan kreativitas. Ini sejalan dengan temuan ilmiah terbaru tentang meditasi verbal."
Respons Masyarakat dan Harapan Kedepan
Warga mengaku tadarus menjadi titik temu yang memperkuat solidaritas. "Kami biasanya hanya merayakan Idul Fitri bersama, tapi tadarus memberi kami kesempatan bertemu tiap hari," kata Budi, pedagang pasar tradisional di Pasar Banyuwangi.
Panitia berencana mengembangkan program digital, mengunggah rekaman bacaan harian ke kanal YouTube resmi Majelis Taklim, sehingga warga yang tidak dapat hadir secara fisik tetap dapat berpartisipasi. Target selanjutnya adalah melibatkan 20 % desa terpencil di wilayah Banyuwangi Barat dengan bantuan ponsel pintar yang disumbangkan oleh sponsor lokal.
Dengan dukungan pemerintah kabupaten, termasuk alokasi dana APBD sebesar Rp 500 juta untuk logistik, tadarus di Banyuwangi diproyeksikan menjadi model replikasi bagi daerah lain di Jawa Timur pada Ramadhan berikutnya.
