BUNGO, NUSADAILY.ID – Pemerintah akan mencabut hak istimewa sekolah kedinasan dalam pembiayaan dari anggaran pendidikan nasional. Mulai 2026, alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan tidak lagi digunakan membiayai sekolah-sekolah kedinasan, melainkan sepenuhnya dialihkan ke sekolah umum, madrasah, dan perguruan tinggi, Jumat (22/08/2025).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan keputusan ini diambil untuk mengoreksi ketimpangan penggunaan anggaran. Selama ini, porsi dana pendidikan terserap besar untuk sekolah kedinasan yang jumlah siswanya relatif kecil dibandingkan sistem pendidikan nasional.
“Mulai 2026, porsi 20 persen APBN untuk pendidikan benar-benar diarahkan ke sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi. Sekolah kedinasan tidak lagi menggunakan anggaran pendidikan,” kata Sri Mulyani, Kamis (21/08/2025).
Data APBN 2025 menunjukkan kontras yang mencolok: sekolah kedinasan menghabiskan Rp104 triliun hanya untuk sekitar 13 ribu taruna, sementara Rp91,4 triliun harus dibagi ke 64 juta siswa dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Meski tak lagi masuk anggaran pendidikan, Sri Mulyani memastikan sekolah kedinasan tetap berjalan. Biayanya akan dialihkan ke kementerian atau lembaga masing-masing yang membawahi, sehingga tidak membebani pos pendidikan.
Kebijakan ini sejalan dengan prioritas baru pemerintah: pemerataan akses dan kualitas pendidikan publik. Dari total Rp757,8 triliun anggaran pendidikan 2026, sebagian besar dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis, bantuan operasional sekolah Rp64,3 triliun, bantuan operasional PAUD Rp5,1 triliun, dan dukungan Rp9,4 triliun untuk 201 kampus negeri.
Dengan langkah ini, pemerintah ingin menegaskan kembali orientasi dasar anggaran pendidikan: bukan untuk segelintir, melainkan untuk puluhan juta pelajar di seluruh Indonesia. Sementara itu, sekolah kedinasan akan diposisikan sebagai bagian dari strategi pengembangan aparatur negara, bukan lagi bagian dari kerangka pendidikan nasional.
Jurnalis: ASAD/Bintang34/*
Disusun oleh: Redaksi / nusadaily.id