Politik

Trump Klaim Khamenei Meninggal Usai Serangan Gabungan AS‑Israel, Fakta dan Reaksi Internasional

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan bersama AS‑Israel. Simak analisis lengkap, kronologi, dan tanggapan dunia.

N

Nusa Daily

Trump Klaim Khamenei Meninggal Usai Serangan Gabungan AS‑Israel, Fakta dan Reaksi Internasional. Gambar: InfoBankNews
Trump Klaim Khamenei Meninggal Usai Serangan Gabungan AS‑Israel, Fakta dan Reaksi Internasional. Gambar: InfoBankNews

Jakarta, NusaDaily.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tewas dalam serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Pernyataan itu memicu gelombang spekulasi, konfirmasi beragam, serta reaksi keras dari Tehran, Washington, dan komunitas internasional.

Pengumuman Trump di Truth Social

Unggahan Trump berbunyi: "Kami percaya laporan bahwa Ayatollah Khamenei telah tewas dalam operasi militer bersama Amerika dan Israel adalah benar. Doa kami untuk rakyat Iran yang terdampak." Postingan tersebut disertai foto pesawat tempur F-35 yang terbang di atas Teluk Persia, serta tagar #KhameneiDead. Dalam beberapa menit, unggahan itu menerima ribuan suka, komentar, dan dibagikan oleh pendukung politik konservatif di dalam negeri.

"Kami merasa bahwa itu adalah berita yang benar," kata Trump kepada NBC News, dilansir dari Salinan NBC News.

Kronologi Serangan dan Laporan Awal

Serangan dimulai sekitar pukul 04.30 WIB (UTC+7) pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika pesawat tempur F-35 dan drone berteknologi tinggi meluncur dari pangkalan di Qatar dan Israel menuju target strategis di wilayah selatan Iran, khususnya provinsi Khuzestan. Menurut laporan militer Israel yang dilansir dari Reuters, tujuan serangan mencakup pangkalan militer IRGC di Ahvaz serta instalasi rudal balistik di dekat Bandar Abbas.

Setelah serangan, seorang pejabat tinggi Israel mengonfirmasi bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan di sebuah rumah pribadi di Ahvaz, meskipun tidak ada foto resmi yang dirilis. Pemerintah Iran kemudian mengeluarkan pernyataan resmi menolak semua klaim tersebut, menyebutnya sebagai "informasi palsu yang disebarkan untuk memicu konflik lebih lanjut".

Waktu (WIB) Peristiwa Sumber
04:30 Peluncuran serangan udara gabungan AS‑Israel Departemen Pertahanan AS
05:10 Laporan pertama tentang korban jiwa Khamenei Pejabat Israel (Dilansir Reuters)
06:00 Trump mengonfirmasi lewat Truth Social Trump (Truth Social)
07:45 Iran menolak klaim, menyebutnya propaganda Kementerian Luar Negeri Iran

Reaksi Pemerintah Iran dan Dampak Domestik

Menanggapi klaim tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan pernyataan resmi pada pukul 08.15 WIB, menyatakan: "Tidak ada bukti yang mendukung tuduhan kematian Pemimpin Tertinggi. Semua informasi yang beredar adalah upaya psikologis untuk memecah belah bangsa Iran." Selanjutnya, pejabat senior IRGC menambahkan bahwa operasi militer Iran sedang mengevaluasi respons keamanan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Di dalam negeri, protes anti‑AS dan anti‑Israel mulai muncul di kota-kota besar seperti Tehran, Isfahan, dan Mashhad. Demonstran membawa spanduk berisi tulisan "Khamenei Hidup, Kedaulatan Iran Tetap". Kepolisian melaporkan penangkapan 23 orang yang terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut, sementara pasukan keamanan meningkatkan patroli di titik-titik strategis.

Respons Internasional dan Analisis Ahli

Berbagai negara mengeluarkan pernyataan resmi. Inggris melalui Foreign Office menekankan pentingnya verifikasi independen sebelum menilai situasi. Rusia menyatakan keprihatinan atas "tindakan agresif yang dapat mengancam stabilitas kawasan". Sementara itu, PBB belum mengeluarkan resolusi formal, namun Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menegaskan perlunya dialog damai.

Para ahli hubungan internasional memberikan analisis beragam. Dr. Ahmad Rezaei, dosen Fakultas Hubungan Internasional Universitas Tehran, menilai bahwa klaim kematian Khamenei dapat menjadi taktik psikologis untuk melemahkan moral Iran. Di sisi lain, Prof. John Miller dari Georgetown University menyatakan bahwa serangan tersebut menandakan perubahan kebijakan AS yang lebih agresif terhadap Iran setelah pemilihan presiden sebelumnya.

Implikasi Politik dalam Negeri Amerika Serikat

Pengumuman Trump menambah tekanan pada partai Republik menjelang pemilihan umum 2026. Senator Mitch McConnell menilai bahwa tindakan militer harus diiringi dengan diplomasi yang kuat. Sementara itu, House Speaker Kevin Roberts mengkritik keputusan Trump yang dianggap “menyulut konflik tanpa persetujuan Kongres”.

Demokrasi menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran prosedur konstitusional, mengingat keputusan penggunaan kekuatan militer biasanya memerlukan persetujuan Senat. Sejumlah anggota DPR mengajukan resolusi untuk mengadakan penyelidikan khusus mengenai operasi gabungan tersebut.

Langkah Selanjutnya: Apa yang Diharapkan?

Dengan belum adanya konfirmasi otentik mengenai kondisi Khamenei, situasi tetap tegang. Badan intelijen Iran dilaporkan sedang melakukan analisis forensik terhadap laporan kematian, sementara Washington menyiapkan pernyataan resmi yang akan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri pada hari berikutnya.

Jika klaim kematian terbukti palsu, dapat memicu eskalasi militer lebih luas antara Iran dan koalisi AS‑Israel. Sebaliknya, konfirmasi kematian Khamenei dapat membuka peluang bagi perubahan politik di Tehran, meski tidak menutup kemungkinan munculnya kepemimpinan militer yang lebih keras.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait