Politik

Wakil Jambi di Senayan Turun ke Desa: Edi Purwanto Kawal Pembangunan Bungo

Di tengah hamparan jalan kabupaten yang masih menunggu sentuhan anggaran dan kuatnya semangat warga desa, Edi Purwanto, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pemilihan Jambi, menapaki satu per satu titik pembangunan di Kabupaten Bungo.

A

Angga Saputra

Wakil Jambi di Senayan Turun ke Desa: Edi Purwanto Kawal Pembangunan Bungo
Wakil Jambi di Senayan Turun ke Desa: Edi Purwanto Kawal Pembangunan Bungo

BUNGO, NUSADAILY.ID – Di tengah hamparan jalan kabupaten yang masih menunggu sentuhan anggaran dan kuatnya semangat warga desa, Edi Purwanto, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan daerah pemilihan Jambi, menapaki satu per satu titik pembangunan di Kabupaten Bungo.

Sejak Selasa (3/3/2026) hingga Rabu (4/3/2026), politisi yang pernah memimpin DPRD Provinsi Jambi itu menjalani rangkaian kunjungan lapangan, bukan sekadar seremoni, melainkan inspeksi yang mempertemukan komitmen politik dengan realitas infrastruktur di daerah.

Pada Selasa (3/3/2026), didampingi kader – kader PDI Perjuangan Bungo seperti Al-Jupri, Gusriyandi Rifai, Sayuti, dan Bupati Bungo Dedy Putra, serta Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat, Edi memulai agenda dengan menyerahkan satu unit bus sekolah untuk Pondok Pesantren Miftahul Huda di Kuamang Kuning. Bantuan tersebut disambut para santri dan pengurus pesantren sebagai langkah konkret memperluas akses pendidikan bagi pelajar di wilayah yang jarak tempuhnya kerap menjadi kendala.

Masih di hari yang sama, ia meninjau satu titik Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Pelepat Ilir, program yang dirancang untuk memperkuat konektivitas desa dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Di Kuamang Kuning, ia juga melihat langsung kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD), menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas kesehatan di kawasan penyangga kabupaten. Rangkaian kegiatan Selasa itu kemudian ditutup dengan buka puasa bersama di Kantor DPC PDI Perjuangan Bungo, dalam suasana Ramadan yang mempertemukan kader partai, pejabat daerah, dan masyarakat.

Sementara itu, pada Rabu (4/3/2026), agenda berlanjut ke sejumlah titik pembangunan lainnya. Edi meninjau lokasi rencana Sekolah Rakyat Bungo, program yang diharapkan menjadi jawaban atas ketimpangan akses pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Ia kemudian bergerak ke Desa Lubuk Landai untuk melihat pembangunan turap desa yang menjadi pelindung warga dari ancaman abrasi dan banjir musiman. Kunjungan hari kedua ditutup dengan peninjauan jembatan gantung di Dusun Candi, infrastruktur vital yang selama ini menjadi penghubung aktivitas harian masyarakat.

Bagi Edi, kunjungan tersebut bukan sekadar rutinitas reses. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan paling mendesak warga.

“Pembangunan tidak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus hadir di desa, di sekolah, di jembatan yang dilintasi warga setiap hari,” ujarnya.

Di Kabupaten Bungo, wilayah dengan potensi ekonomi berbasis perkebunan dan pertanian, tantangan pembangunan memang masih mendasar: akses jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Dua hari kunjungan itu memperlihatkan satu pesan yang konsisten: pembangunan harus dirasakan, bukan sekadar direncanakan.

Wahyu/Ang/Redaksi nusadaily.id

Bagikan Artikel

Artikel Terkait