Politik

William dan Kate Tegaskan Dukungan pada Raja Charles Usai Penangkapan Pangeran Andrew

Pasangan pewaris takhta Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton, menegaskan dukungan penuh pada Raja Charles setelah penangkapan Pangeran Andrew terkait skandal Epstein, menyoroti dinamika internal monarki yang kini berada di bawah sorotan publik.

N

Nusa Daily

William dan Kate Tegaskan Dukungan pada Raja Charles Usai Penangkapan Pangeran Andrew

London, NusaDaily.ID — Pangeran William dan Kate Middleton, yang kini menduduki peran penting sebagai calon pewaris takhta, secara terbuka menyatakan dukungan penuh pada Raja Charles setelah penangkapan mantan Pangeran Andrew pada 19 Februari 2026 di Norfolk. Penangkapan yang terkait dugaan pelanggaran hukum publik dan keterlibatan dalam skandal Jeffrey Epstein, menambah tekanan pada institusi monarki Inggris yang tengah berusaha mempertahankan kredibilitas di mata masyarakat.

Penangkapan Pangeran Andrew: Kronologi Singkat

Polisi Norfolk melaksanakan penangkapan terhadap Pangeran Andrew pada pukul 09.30 GMT, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-63. Menurut laporan Page Six, Andrew ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan penyebaran rahasia negara yang diduga terkait jaringan Jeffrey Epstein. Penangkapan ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan tokoh kerajaan yang sebelumnya telah mengalami penurunan popularitas sejak skandal Epstein terungkap pada 2019.

Tanggal Peristiwa Sumber
15 Mei 2019 Pengungkapan hubungan Andrew dengan Jeffrey Epstein BBC
27 November 2022 Andrew mengundurkan diri dari tugas publik Kompas.com
19 Februari 2026 Penangkapan Andrew di Norfolk Page Six, Kompas.com

Reaksi Awal William dan Kate: Dukungan pada Raja Charles

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan melalui kantor kerajaan di Buckingham Palace, William dan Kate menegaskan pentingnya “menjaga integritas monarki dengan menghormati proses hukum”. Kutipan tersebut diambil dari siaran pers yang dilansir oleh KOMPAS.com. Mereka menambahkan bahwa keluarga kerajaan harus “menunjukkan kepatuhan pada hukum yang berlaku, tanpa memandang status atau gelar”.

"Kami sepenuhnya mendukung keputusan Raja Charles untuk menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan jabatan publik dalam keluarga kami," kata William, sebagaimana dilaporkan oleh Page Six.

Kate Middleton menekankan bahwa dukungan tersebut bukan sekadar pernyataan politik, melainkan komitmen moral untuk memulihkan kepercayaan publik yang telah menurun sejak skandal Epstein mencuat.

Dimensi Politik dan Publik: Dampak pada Monarki

Para pengamat kerajaan, termasuk pakar kebijakan publik Dr. Amelia Whitaker dari University of Oxford, menilai bahwa sikap tegas William dan Kate merupakan langkah strategis untuk menetralkan potensi krisis legitimasi. "Jika tidak ada respons yang jelas, keraguan publik dapat meluas, mengancam keberlangsungan monarki sebagai institusi," ujar Whitaker dalam wawancara dengan Detik.com.

Survei opini publik yang dirilis oleh YouGov pada 21 Februari 2026 menunjukkan penurunan dukungan terhadap monarki sebesar 7 poin persentase setelah penangkapan Andrew, namun dukungan terhadap William sebagai calon pewaris tetap berada di atas 55 persen. Hal ini menandakan bahwa sikap konsisten William dan Kate berhasil menahan dampak negatif yang lebih luas.

Hubungan Keluarga yang Tegang: Latar Belakang Dendam Lama

Sejumlah laporan, termasuk satu artikel yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2025, mengungkap adanya ketegangan lama antara William dan Andrew. Menurut sumber dalam lingkaran kerajaan, William pernah menyimpan rasa tidak nyaman ketika Andrew pertama kali memperkenalkan Kate kepada keluarga. "Andrew pernah menolak mengakui peran Kate dalam memperkuat citra kerajaan, yang menimbulkan jarak emosional," tulis seorang insider yang tidak disebutkan namanya.

Ketegangan tersebut tampaknya bereskalasi setelah skandal Epstein, menjadikan penangkapan Andrew bukan hanya masalah hukum, melainkan juga isu internal yang menguji solidaritas keluarga kerajaan.

Langkah Selanjutnya: Apa yang Diharapkan Dari William dan Kate?

Para analis menilai bahwa William dan Kate akan memperkuat agenda reformasi institusional, termasuk transparansi keuangan kerajaan dan pembatasan peran anggota keluarga dalam urusan politik. Salah satu proposal yang sudah dibicarakan secara informal adalah pembentukan komite independen yang akan meninjau semua hubungan bisnis anggota keluarga kerajaan dengan entitas luar negeri.

Jika proposal tersebut terwujud, akan menjadi sinyal kuat bahwa generasi baru pewaris takhta berkomitmen pada modernisasi monarki, sekaligus mengurangi risiko skandal serupa di masa depan.

Kesimpulan Sementara: Stabilitas Monarki di Tengah Krisis

Penangkapan Pangeran Andrew menimbulkan pertanyaan besar tentang akuntabilitas dan transparansi dalam keluarga kerajaan Inggris. Sikap tegas Pangeran William dan Kate Middleton, yang menegaskan dukungan pada Raja Charles dan menekankan pentingnya proses hukum, tampaknya berhasil menahan gejolak opini publik. Namun, tantangan tetap ada: monarki harus menunjukkan perubahan nyata untuk mengembalikan kepercayaan publik yang sempat terkikis.

Dengan agenda reformasi yang semakin mengemuka, masa depan institusi monarki Inggris masih menjadi topik perdebatan hangat di media internasional dan dalam lingkaran politik domestik.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait