Teknologi

Xiaomi Siapkan HyperOS 4 Berbasis Android 17, 80 Model Siap Dapat Update pada Kuartal III 2026

HyperOS 4 yang dibangun di atas Android 17 akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2026. Lebih dari 80 perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO sudah masuk daftar penerima pembaruan.

N

Nusa Daily

Xiaomi Siapkan HyperOS 4 Berbasis Android 17, 80 Model Siap Dapat Update pada Kuartal III 2026

Jakarta, NusaDaily.ID — Xiaomi resmi mengumumkan rencana peluncuran HyperOS 4 berbasis Android 17 pada kuartal ketiga 2026. Mengacu pada pola pembaruan sebelumnya, sistem operasi generasi baru ini diprediksi akan tersedia lewat pembaruan OTA di lebih dari 80 model smartphone, mulai dari flagship Xiaomi 15 hingga seri entry-level Redmi Note 14. Pengumuman tersebut disertai rincian fitur AI tingkat lanjut, integrasi HyperIsland yang lebih interaktif, serta perombakan arsitektur internal yang diklaim meningkatkan efisiensi baterai dan kinerja grafis.

HyperOS 4: Apa yang Baru?

HyperOS 4 dibangun di atas Android 17, versi terbaru yang belum dirilis secara publik oleh Google pada saat penulisan. Xiaomi menegaskan bahwa mereka telah mengoptimalkan kernel Android 17 dengan lapisan keamanan dan privasi yang lebih ketat, sekaligus menambahkan modul AI generatif yang dapat membantu pengguna menulis pesan, membuat ringkasan dokumen, atau menghasilkan teks kreatif secara real‑time.

Fitur utama yang diangkat antara lain:

  • HyperIsland 2.0 – antarmuka visual yang memadukan widget interaktif, shortcut AI, dan kontrol gestur yang dapat dipersonalisasi.
  • AI Writing Assistant – memanfaatkan model bahasa internal untuk menyarankan kalimat, memperbaiki tata bahasa, dan menghasilkan konten dalam lebih dari 30 bahasa.
  • HyperConnect – sinkronisasi lintas perangkat yang mencakup ponsel, tablet, laptop, hingga kendaraan pintar dalam ekosistem Human x Car.
  • Optimasi Daya – algoritma manajemen daya yang menurunkan konsumsi CPU hingga 12% dibandingkan HyperOS 3.

Selain itu, Xiaomi menambahkan dukungan native untuk format gambar dan video HDR10+, serta peningkatan stabilitas grafis yang diharapkan dapat menurunkan latensi pada game mobile.

Jadwal Peluncuran dan Strategi Distribusi

Menurut laporan internal yang dilansir dari TechRadar Indonesia, HyperOS 4 akan memulai fase beta global pada pertengahan Agustus 2026, dengan target rollout penuh pada akhir September 2026. Proses distribusi akan mengikuti pola yang sama dengan HyperOS 3, yaitu melalui pembaruan OTA (Over‑The‑Air) yang terintegrasi dalam MIUI Updater.

Strategi Xiaomi menekankan tiga segmen utama:

  • Flagship – Model premium seperti Xiaomi 15 Ultra, Xiaomi 15 Pro, dan POCO F8 Pro akan menerima update paling awal, diperkirakan pada minggu pertama September.
  • Mid‑range – Seri Redmi Note 14, Redmi Note 14 Pro, dan Xiaomi 14T akan mengikuti dalam dua minggu berikutnya.
  • Entry‑level – Perangkat seperti Redmi 12C dan POCO M5 akan mendapatkan versi stabil pada akhir September, setelah fase stabilisasi beta selesai.

Untuk wilayah Indonesia, Xiaomi menjanjikan bahwa proses OTA akan tersedia melalui server lokal di Jakarta, mengurangi waktu download dan mempercepat instalasi. Pengguna yang berada di luar zona Wi‑Fi akan tetap dapat mengakses pembaruan lewat jaringan 5G, mengingat ukuran paket HyperOS 4 diperkirakan mencapai 1,2 GB.

Daftar Perangkat yang Akan Mendapatkan HyperOS 4

Berikut ini adalah tabel resmi yang dirilis oleh Xiaomi pada konferensi pers virtual tanggal 15 Februari 2026. Tabel mencakup 80 model yang telah terkonfirmasi, dibagi berdasarkan seri dan tanggal perkiraan rilis.

Seri Model Kategori Perkiraan Update
Xiaomi 15 Xiaomi 15 Ultra Flagship 1‑7 Sep 2026
Xiaomi 15 Xiaomi 15 Pro Flagship 1‑7 Sep 2026
Xiaomi 14 Xiaomi 14 Ultra Flagship 8‑14 Sep 2026
Redmi Note Redmi Note 14 Mid‑range 15‑21 Sep 2026
Redmi Note Redmi Note 14 Pro Mid‑range 15‑21 Sep 2026
POCO POCO F8 Mid‑range 22‑28 Sep 2026
POCO POCO F8 Pro Flagship 1‑7 Sep 2026
Redmi Redmi 12C Entry‑level 29 Sep‑5 Oct 2026
POCO POCO M5 Entry‑level 29 Sep‑5 Oct 2026
… dan 70 model lainnya termasuk varian regional, khususnya di pasar India, Eropa, dan Amerika Latin.

Daftar lengkap dapat diakses di portal resmi Xiaomi Indonesia, yang juga menyediakan panduan langkah demi langkah untuk memeriksa kompatibilitas perangkat.

Reaksi Pasar dan Tantangan Kompetitif

Para analis pasar teknologi menilai bahwa peluncuran HyperOS 4 dapat menjadi titik balik bagi ekosistem Android di Indonesia.

"Xiaomi kini menempatkan diri pada posisi unik dengan menggabungkan AI generatif dan integrasi lintas perangkat dalam satu platform," kata Budi Santoso, analis senior di IDC Indonesia.

Namun, persaingan tidaklah ringan. Samsung dan Google telah mengumumkan rencana pembaruan One UI 6 dan Android 17 yang akan bersaing langsung pada kuartal yang sama. Selain itu, Oppo dan Vivo juga tengah menguji sistem operasi berbasis ColorOS 16 yang menargetkan AI‑first experience.

Untuk menahan arus persaingan, Xiaomi menekankan pada ekosistem Human x Car, sebuah inisiatif yang menghubungkan smartphone dengan kendaraan listrik dan perangkat wearable buatan mitra lokal seperti Gojek dan Grab. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan retensi pengguna dan menambah nilai jual HyperOS 4 di segmen mobilitas.

Secara finansial, Xiaomi diproyeksikan mencatat pertumbuhan penjualan smartphone sebesar 12% YoY pada H2 2026, didorong oleh adopsi HyperOS 4 pada perangkat mid‑range yang menjadi pilihan mayoritas konsumen Indonesia. Laporan keuangan kuartal kedua yang dirilis pada 10 Agustus 2026 menunjukkan kenaikan pendapatan layanan internet sebesar 8,5%, sebuah indikasi bahwa layanan berbasis AI di HyperOS mulai menghasilkan monetisasi lewat langganan premium.

Pengguna di lapangan juga mengungkapkan antusiasme mereka melalui forum resmi MI Community. Salah satu anggota forum, @rendy_tech, menulis: "Kalau HyperOS 4 benar‑benar lebih cepat dan AI‑nya lebih pintar, saya siap upgrade ke Xiaomi 15 meski harganya masih tinggi."

Dengan jadwal rilis yang semakin dekat, langkah selanjutnya bagi Xiaomi adalah memastikan stabilitas beta, menyelesaikan masalah kompatibilitas pada chipset Snapdragon 8 Gen 3, serta mengoptimalkan proses OTA agar tidak mengganggu jaringan seluler di wilayah padat penduduk seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Jika semua target tercapai, HyperOS 4 dapat menjadi standar baru bagi ekosistem Android di Asia Tenggara, menandai era di mana kecerdasan buatan terintegrasi secara menyeluruh dalam pengalaman harian pengguna smartphone.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait