Sosial

Ir. Rindang Sarmelin Siahaan Hadiri HUT ke-18 Parsahutaon Lorong Sion, Perjuangkan Aspirasi Warga

Delapan belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu bagi warga Parsahutaon Lorong Sion.

A

Angga Saputra

Ir. Rindang Sarmelin Siahaan Hadiri HUT ke-18 Parsahutaon Lorong Sion, Perjuangkan Aspirasi Warga
Ir. Rindang Sarmelin Siahaan Hadiri HUT ke-18 Parsahutaon Lorong Sion, Perjuangkan Aspirasi Warga

BUNGO, NUSADAILY.ID – Delapan belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu bagi warga Parsahutaon Lorong Sion. Di sebuah lorong permukiman di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, perjalanan itu menjadi cerita tentang gotong royong, keberagaman, dan kebersamaan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.

Suasana kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Parsahutaon Lorong Sion, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang mempertemukan masyarakat Batak dan warga dari lingkungan sekitar tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bungo Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rindang Sarmelin Siahaan.

Dalam kesempatan itu, Rindang menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang selama ini menjaga tradisi kebersamaan melalui perayaan ulang tahun tahunan. Baginya, keberadaan Parsahutaon bukan hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat dengan ikatan kultural yang sama, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial yang tumbuh bersama keberagaman lingkungan.

Lorong Sion sendiri memiliki cerita tentang bagaimana sebuah lingkungan dibangun melalui semangat gotong royong. Kebersamaan warga menjadi salah satu fondasi terbentuknya permukiman tersebut. Bahkan, seorang warga mengungkapkan bahwa penerangan lampu jalan di lorong itu pertama kali diadakan melalui kepedulian Rindang Sarmelin Siahaan terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

Tradisi perayaan tahunan yang terus dipertahankan selama 18 tahun juga memperlihatkan bahwa ikatan sosial warga tidak berhenti pada batas wilayah permukiman. Sejumlah warga dari luar Lorong Sion turut hadir, menjadikan perayaan tersebut sebagai ruang silaturahmi lintas lingkungan.

Rindang berharap, memasuki usia ke-18, masyarakat Lorong Sion semakin mampu menjaga kerukunan, kedamaian, dan rasa persaudaraan. Ia mengajak warga menjadikan lingkungan tersebut sebagai tempat yang aman, guyub, serta terbuka bagi siapa pun tanpa membedakan latar belakang.

Namun, di balik suasana perayaan dan keakraban itu, terdapat sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih menunggu penyelesaian. Salah satunya adalah kondisi jalan Lorong Sion yang selama belasan tahun belum mendapatkan pengaspalan, meskipun berada di kawasan permukiman yang cukup padat dan tidak jauh dari pusat perkotaan Muara Bungo.

Menanggapi persoalan tersebut, Rindang menyampaikan bahwa pengaspalan jalan Lorong Sion sedang diperjuangkan melalui aspirasi masyarakat dan ditargetkan dapat dikerjakan pada November 2026. Ia juga menyampaikan perkembangan perjuangannya terkait kebutuhan lahan pemakaman bagi umat Kristiani serta pengadaan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah-sekolah umum.

Beberapa persoalan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan keberpihakan pemerintah. Infrastruktur jalan menyangkut akses serta kenyamanan warga, sementara ketersediaan lahan pemakaman dan tenaga pendidik agama berkaitan dengan kebutuhan sosial dan pemenuhan hak masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat.

Di hadapan warga yang hadir, Rindang turut meminta doa dan dukungan agar berbagai upaya yang sedang diperjuangkannya dapat segera terealisasi sesuai harapan masyarakat.

Perayaan HUT ke-18 Parsahutaon Lorong Sion akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan komunitas. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan yang dibangun selama bertahun-tahun perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan warga.

Sebab, sebuah lingkungan tidak hanya tumbuh karena rumah – rumah yang berdiri dan jalan yang menghubungkannya. Ia juga hidup karena masyarakat yang saling menjaga, menghormati perbedaan, serta memiliki harapan yang sama untuk masa depan yang lebih baik.

Redaksi nusadaily.id/*

Bagikan Artikel

Artikel Terkait